Tampilkan postingan dengan label Bayi tabung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi tabung. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Maret 2009

Tempat Pelaksanaan Bayi Tabung

Diposting oleh Erwin Arianto di 01.48 0 komentar
Di mana kamu ikut program bayi tabung? adalah salah satu pertanyaan yang sering diutarakan oleh pasangan yang tertarik atau ingin mengikuti program bayi tabung. Memang program ini adalah salah satu cara ampuh untuk mendapatkan sang buah hati, tidak jarang pula juga merupakan harapan akhir dari perjalanan mencari keturunan.

Akan tetapi tidak semua rumah sakit ada tempat atau klinik bayi tabungnya, karena mungkin perlu peralatan yang khusus, berbiaya mahal, perlu specialist tertentu dan pasiennya tidak begitu banyak.

Ada dua rumah sakit atau tempat yang sering saya dengar prestasi baiknya, dan pernah saya coba di salah satu nya:

* Klinik Melati, Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita
Jl. Let. Jen S. Parman Kav 87, Jakarta.
Telp 021 - 5668284
Tempat dilahirkannya bayi tabung pertama di Indonesia
* Klinik Morula, Rumah Sakit Bunda Jakarta
Jl. Teuku Cik Ditiro No 28, Jakarta
Telp 021 - 31922005

Ada yang lain?

Biaya dan tingkat keberhasilan bayi tabung di Singapore

Ada artikel statistik menarik mengenai biaya dan tingkat keberhasilan program bayi tabung di Singapore yang dikeluarkan oleh departement kesehatan pemerintah Singapore pada tahun 2004 yang datanya diambil pada tahun 2002.

Meskipun sudah lama, informasi statistiknya saya rasa masih tidak jauh berbeda dengan yang sekarang. Sudah saya buktikan biaya ikut one full cycle program bayi tabung di KK Hospital awal tahun 2007 sekitar SG$6500, tidak jauh berbeda dengan biaya rata-rata yang tertera di artikel ini.

Untuk data tingkat keberhasilannya saya rasa sekarang lebih baik sekitar ada tambahan satu sampai dua persen.

Yang menarik adalah data perbandingan biaya rata-rata bayi tabung antara rumah sakit satu dengan lainnya. Dari yang termurah SG$6032 di KK Hospital sampai SG$13024 di Gleneagles Hospital.

Sebagai informasi: KK Womes’s and Children’s Hospital, National University Hospital dan Singapore General Hospital yang tertera di artikel ini adalah rumah sakit pemerintah (public hospital), yang lainnya adalah rumah sakit pribadi (private hospital).

Semoga informasi ini dapat membantu Anda yang tertarik untuk mengikuti program bayi tabung di Singapore.

Bayi Tabung

Diposting oleh Erwin Arianto di 01.44 0 komentar
Pengertian Bayi Tabung
Sering kali kita mendengar ‘ikut bayi tabung aja…’ atau ’anaknya dia dari hasil bayi tabung’. Apa sih sebenarnya definisi atau pengertian bayi tabung itu? Apakah ini adalah cara untuk mendapatkan anak?

Kalau dilihat dari kata ‘bayi’ & ‘tabung’, mungkin bayi tabung berarti bayi dari hasil pembuahan di tabung. Ada juga yang bilang bayi tabung adalah bayi dari hasil tabungan … memang benar juga sih soalnya proses bayi tabung itu tidak murah alias menguras kantong.

Tetapi bayi tabung itu sebenarnya adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita, dalam istilah kerennya in vitro vertilization (IVF).
In vitro adalah bahasa latin yang berarti dalam gelas/tabung gelas (nah nyambung juga kan dengan kata tabung). Dan vertilization adalah bahasa Inggrisnya pembuahan.

Dalam proses bayi tabung atau IVF, sel telur yang sudah matang (seperti masak telur saja ya) diambil dari indung telur lalu dibuahi dengan sperma di dalam sebuah medium cairan. Setelah berhasil, embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke dalam rahim dengan harapan dapat berkembang menjadi

Contoh Ke berhasilan Bayi Tabung

Alhamdulillah, akhirnya doa panjang kami terjawab, saya bisa hamil…. Setelah menunggu selama 3 tahun 7 bulan.

Ceritanya, kami mulai program untuk frozen embrio bulan pebruari yang lalu. Setelah saya HSG dan bersihin polip cerviks bulan desember kemaren. Tanggal 9 pebruari sore, akhirnya saya menstruasi, saya sudah rencana dari bulan januari kemaren, tapi karena saya belum dateng bulan akhirnya hanya bisa menunggu.

Tanggal 11 pebruari berangkat ke jakarta. Dari bandara kami langsung ke bunda. Saat konsultasi sempat menyinggung masalah kegagalan bayi tabung pertama. Dari hasil test, saya ada sedikit gejala kekentalan darah. Jadi meskipun gejalanya hanya sedikit tetap dokter ivan kasih ascardia 80mg 1xperhari. Obat yang lain sama aja proginova secara bertahap, 1xperhari selama 3 hari, 2xperhari 3hari dan 3xperhari 3hari, dan folid acid 5 mg 1x perhari. 7 hari lagi kami diminta datang untuk memeriksa ketebalan dinding rahim. Mengingat banyaknya pekerjaan yang ditinggal, setelah konsul kami pulang lagi ke kota kami.

Hari jumat tanggal 20 pebruari, kami ke jakarta lagi. Saat perjalanan dari bandara ke rs bunda, ada telp yang mengabarin dr. ivan gak praktek hari tsb karena sakit. Sbenarnya agak kesal, kenapa baru dikabari. Tapi berhubung sudah dekat, akhirnya kami tetap ke bunda, konsul dengan dokter pengganti. Mungkin karena kami lagi program, sampai disana, kami tidak ditangani dokter pengganti, tapi saya dialihkan ke dokter indra.

Dengan dokter indra, dinyatakan bahwa ketebalan dinding rahim saya sudah cukup, jadi tanggal 24 direncanakan thawing embrio, dan tanggal 25 transfer, jika kondisi telur memungkinkan. Saya agak surprise, sebab proses program BT dengan frozen embrio ternyata sangat simple. Saya tidak diminta datang lagi. Hanya tinggal menunggu kondisi telurnya. Jika baik, saya akan dihubungi oleh pihak morulla kata dokternya. Dr indra kasih resep proginova 2x sehari, ascardia dan polid acidnya diterusin aja, Trus ditambah cygest 1 xperhari (vaginal support) mulai malam ini katanya.

Oya, pada saat menunggu, ada 1 lagi pasangan yang lagi nunggu. Gak lama susternya ngasih selamat, si mbak yang dikasih selamat nangis, ngeliat mereka nangis, saya jadi ikutan nangis juga, suami saya nenangin, sabar katanya, mungkin nanti giliran kita. Saat baca blog ini saya jadi mengira-ngira, apa yang saya liat ini mbak therez ya …?

Tanggal 24, saya gak sabaran nunggu berita, akhirnya saya sms dokter agustin nanya kondisi embrionya. Sorenya baru dibales, dari 3 embrio yang disimpan, semuanya di thawing (dicairkan) dan semuanya dalam keadaan baik. Besoknya (tgl 25) saya diminta datang ke RS Bunda Lt 4 jam 7.30 pagi.
Jam 7.30 hari rabu, kami sudah siap di bunda, diminta minum air putih secara bertahap sebanyak 500cc. ternyata, kami dapat jadwal ke-2. Ada pasangan yang OPU sebelum kami..

Oiya sebelum masuk ruangan kami ketemu sama embriologistnya. Diterangkan tentang kondisi telur kami. Suami saya gemes liat telurnya. Jadi minta kopi filenya. Tapi ternyata disana aturannya gak boleh dikopi. Jadi kami dikasih print outnya saja. Jam 8.15 kami masuk ruangan.

Setelah persiapan, proses ET dilakukan. Cuma sekitar 15 menit prosesnya. Dokter ivan sempet bilang bahwa rahim saya berbentuk hati. Jadi seperti ada 2 ruang dirahim. Tapi tidak ada pengaruh pada proses bayi tabung. Embrio saya diletakkan dokter ivan di rahim sebelah kanan. Setelah itu, saya disuruh istirahat dulu. Setelah ET saya langsung pipis. Soalnya gak tahan lagi. 2 kali malah..

Setelah proses ET, suami saya pesen kamar di bunda. Rencananya kami nginep satu malam aja buat istirahat. Berbeda dengan waktu fresh cycle saya stay di Jakarta sampai test kehamilan, sekarang saya langsung pulang. Sempet beberapa kali Tanya dokter dan search di internet tentang pengaruh buat embrio kalo kita naik pesawat. Dokter ngeyakinin gak ada masalah. Makanya 2 hari setelah ET kami pulang ke kota kami.

Sampai dirumah, besoknya saya langsung kekampus, sebab ada mahasiswa bimbingan saya yang akan seminar tugas akhir. Meskipun agak berat, saya paksain juga pergi, soalnya kasian dengan si mahasiswa. Setelah itu 3 hari saya istirahat dirumah. Tapi akhirnya saya bosen juga. Akhirnya selama menunggu test, saya tetap kekampus dan ngajar. tapi saya kurangi naik turun tangga dan lama-lama berdiri. Sempet juga beberapa kali jalan ke mall dan gramedia.

Oiya setelah ET saya selalu ngerasa sakit pinggang seperti mau datang bulan. Saya tanya ke dokter agustin. menurut dokter ivan, mungkin ada Kristal-kristal di ginjal saya, jadi saya diharuskan minum 750cc pagi saat bangun tidur. Alhamdulillah memang agak berkurang meskipun tidak hilang.

Hari test pun tiba, pagi-pagi saya test darah dan urin di prodia. Sayang hasilnya tidak bisa ditunggu. Mungkin karena prodia dikota kami masih kecil, jadi darahnya masih harus dikirim ke Jakarta. Hasil urin bisa diambil jam 12 hari itu juga. Tapi hasil darah baru bisa diambil besoknya jam 5 sore.

Jam 12 karena penasaran, saya telp prodia. Hasil test urinnya positip, saya senang banget dengernya, karena 2 hari sebelumnya saya sempet test sendiri pake test pack tapi hasilnya negative. Saya langsung hubungi dokter agustin, dokter bilang bahwa ini adalah awal yang baik, tinggal tunggu hasil test darahnya. Ternyata kata dokter agustin, hasil urin sudah positip jika HCG kita diatas 40. Tapi ukuran yang baik adalah > 100. Saya sempet shock sebentar. Tapi akhirnya saya pasrah aja.

Besoknya saya ada jadwal ngajar sore. Harusnya keluar jam 17.20. tapi karena jantung saya rasanya sudah mau copot akhirnya saya keluarin mahasiswa jam 17.05. habis itu saya minta suami saya telp ke prodia. Alhamdulillah ternyata hasil BHCG saya 214. Seneng sekali dengernya. Perjalanan masih panjang. Tapi sementara kami sudah sedikit bernafas lega dan tak hentinya ngucapin syukur. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dr. Ivan, dr. Augustine dan seluruh staff Morulla.

bayi Tabung

Diposting oleh Erwin Arianto di 01.42 0 komentar
Sebagai salah satu teknik rekayasa reproduksi, program bayi tabung memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan. Apa sajakah itu? Anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri (pasutri). Tapi faktanya, tak semua pasutri dapat dengan mudah memperoleh keturunan. Data menunjukkan, 11-15 persen pasutri usia subur mengalami kesulitan untuk memperoleh keturunan, baik karena kurang subur (subfertil) atau tidak subur (infertil).

Kini, seiring makin majunya ilmu dan teknologi kedokteran, sebagian besar dari penyebab infertilitas (ketidaksuburan) telah dapat diatasi dengan pemberian obat atau operasi. Namun, sebagian kasus infertilitas lainnya ternyata perlu ditangani dengan teknik rekayasa reproduksi, misalnya inseminasi buatan, dan pembuahan buatan seperti tandur alih gamet intra-tuba, tandur alih zigot intra-tuba, tandur alih pronuklei intra-tuba, suntik spermatozoa intra-sitoplasma, dan fertilisasi in vitro. Nah, yang disebut terakhir (fertilisasi in vitro/FIV), lebih dikenal dengan sebutan bayi tabung. Ini merupakan salah satu teknik hilir pada penanganan infertilitas.

Teknik ini dilakukan untuk memperbesar kemungkinan kehamilan pada pasutri yang telah menjalani pengobatan fertilitas lainnya, namun tidak berhasil atau tidak memungkinkan. Artinya, FIV merupakan muara dari penanganan infertilitas. Dalam FIV, spermatozoa suami dipertemukan dengan ovum (sel telur) istrinya di luar tubuh hingga tercapai pembuahan. Menurut Prof Dr Ichramsjah A Rachman SpOG(K), spesialis obstetri dan ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), kehamilan akan terjadi jika semua alat reproduksi berfungsi sebagaimana mestinya. Sebaliknya, jika salah satu alat reproduksi tidak berfungsi, misalnya saluran tuba sang istri mengalami penyumbatan sehingga menghalangi masuknya sperma, maka hal ini bisa menyebabkan sperma dan sel telur tidak bertemu. ''Jika ini yang terjadi, bagaimana bisa terjadi kehamilan. Nah, biasanya karena alasan ini pasutri memutuskan untuk mengikuti program ini (bayi tabung),'' kata Ichramsjah.

Bertahap
Program bayi tabung ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan pendaftaran diri oleh pasutri yang berminat mengikuti program ini. Pada tahap ini, peserta biasanya melakukan konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan oleh dokter spesialis dari tim FIV untuk menentukan waktu pelaksanaan program. Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan awal terhadap pasutri, yang meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium. Untuk suami, pemeriksaan fisik meliputi perkembangan seksual dan ciri-ciri seks sekunder, pemeriksaan organ reproduksi lain, kemampuan ereksi, dan ejakulasi.

Sedangkan untuk pemeriksaan laboratorium mencakup pemeriksaan darah dan urin lengkap untuk menilai ada tidaknya penyakit-penyakit yang bisa mempengaruhi keberhasilan program, misalnya saja penyakit kencing manis (diabetes mellitus), penyakit hati, penyakit tiroid, penyakit ginjal, HIV (jika ada petunjuk ke arah itu), sindrom antifosfolipid, serta infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes, klamidia, mikoplasma). Sementara pemeriksaan pada pihak istri meliputi pemeriksaan perkembangan seksual (payudara dan sebaran rambut), pemeriksaan organ reproduksi, dan pemeriksaan laboratorium (sama seperti yang dilakukan suami). Pada pemeriksaan organ reproduksi, dokter biasanya akan dibantu oleh sejumlah alat canggih seperti ultrasonografi, histeroskopi, dan laparoskopi.

Dengan alat-alat itu, tim dokter bisa melihat keadaan rahim, serta bentuk dan potensi saluran telur. Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, istri juga menjalani pemantauan ovulasi. Setelah semua tahap awal selesai dan tidak ditemukan kelainan, maka pasutri ini siap menjalani tahap berikutnya, yaitu mempertemukan sel telur dan sperma dengan menggunakan cawan biakan dibantu mikroskop khusus. Ini semua dilakukan di laboratorium dengan pengawasan yang ketat, sampai terjadinya pembuahan dan perkembangan awal embrio. Pengawasan yang ketat itu dilakukan agar embrio yang masih sensitif tersebut terjaga dari segala macam bentuk gangguan, misalnya saja bau cat, parfum, atau lainnya. Seperti dijelaskan oleh dokter HR Nurhidayat Kusuma SpOG, spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Jaya, Jakarta Selatan, sel telur yang sudah dibuahi dibiarkan 2-3 hari dalam pengeram (inkubator) agar membelah diri menjadi 4-8 sel. Setelah itu, embrio dimasukkan ke dalam rahim, dan proses perkembangan embrio selanjutnya berlangsung seperti kehamilan biasa. Program bayi tabung sebagai salah satu teknik rekayasa reproduksi memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan.

Hal ini tentu patut dipertimbangkan oleh pasutri yang menginginkan anak dan berniat mengikuti program ini. Keunggulan program bayi tabung adalah dapat memberikan peluang kehamilan bagi pasutri yang sebelumnya menjalani pengobatan infertilitas biasa, namun tidak pernah membuahkan hasil. Sedangkan kelemahan dari program ini adalah tingkat keberhasilannya yang belum mencapai 100 persen. Di Indonesia misalnya, tingkat keberhasilan tertinggi program bayi tabung dicapai oleh Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, yaitu 50 persen. Sedangkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencapai 30-40 persen. Kelemahan lainnya adalah, rentang waktu untuk mengikuti program ini cukup lama dan memerlukan biaya yang mahal, berkisar antara 35 juta rupiah - 40 juta rupiah. Satu hal lagi, program ini sering kali tak bisa sekali jadi, sehingga perlu diulang. Selain di Jakarta, program bayi tabung juga sudah bisa dilakukan di beberapa kota lain di Indonesia misalnya, Surabaya (RS Budi Mulya dan RS Dr Soetomo), juga Semarang, dan Yogyakarta. ( mg04 )

Republika, Minggu, 04 Juli 2004
 

Info Ibu, Bayi & Keluarga Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea