Minggu, 25 Januari 2009

ips bagi ibu-ibu yang memakai susu formula

Diposting oleh Erwin Arianto di 23.05 0 komentar
Berikut ini adalah tips bagi ibu-ibu yang memakai susu formula bayi untuk menggantikan ASI (sebaiknya diusahakan agar bayinya dapat minum ASI). T
1. Pilih yang kandungan nutrisinya paling lengkap, tapi harganya paling ekonomis diantara susu sejenis yang tersedia
2. Kenali bayi Anda, sehingga bisa memilih susu yang cocok. Bila dia hiperaktif, beri susu yang sesuai agar tak menjadi semakin aktif dan akhirnya membuat tubuhnya kurus
3. Jangan asal meniru orang lain dalam memilih susu formula. Sebab, reaksi bayi terhadap merek tertentu tak selalu sama. Bila reaksinya tidak bagus atau menyebabkan diare, hentikan segera.
4. Jangan menggonta-ganti susu formula, terutama bila anak mudah diare. Sering diare akan mengganggu pertumbuhan bayi

Untuk mengganti sus formula ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan
antara lain :
1. Harga
2. Kemudahan mendapat produk tersebut
3. Pabrik pembuatnya, apakah prabrik tersebut sudah teruji dari segi
mutu, kebersihan dan keamanan bahan bakunya (contohnya kasus dioxin
baru-baru ini), juga customer care nya.
4. Lamanya produk tersebut sudah beredar. Kita harus memilih produk
yang sudah lama beredar karena jika ada sesuatu yang membahayakan pasti
sudah ada reaksi dari masyrakat/YLKI.
5. Komposisi gizi susu formula. jangan tergiur dengan harga yang lebih
murah tapi kandungan gizinya kurang.
Beberapa komponen gizi yang perlu diperhatikan adalah :
- Kalori
- Lemak
- Zat besi
- Vitamin dan mineral
- Protein
6. Reaksi bayi saat diberikan susu tersebut. Memang muntah dan mencret
adalah reaksi yang biasa terjadi ssat pergantian susu. Namun jangan
buru-buru mengganti lagi, cukup encerkan dulu susunya dan berikan
berselang-seling dengan susu yang akan diganti. Bila efek mencret
berkurang baru kekentalannya ditingkatkan.
7. Cara penyajian. Kadang ada susu yang mempunyai cara penyajian
berbeda, maka kita perlu perhatikan benar-benar bagaimana cara
penyajian susu yang baru tersebut.
Demikian sedikit dari saya.

Pemilihan Susu Formula Terbaik bagi Anak

Diposting oleh Erwin Arianto di 23.01 0 komentar
Pemilihan Susu Formula Terbaik bagi Anak

Asi adalah susu yang terbaik bagi anak. Susu formula terbaik adalah susu yang cocok dan tidak menimbulkan gangguan. Bukan karena susu yang disukai, termahal, terkenal atau yang mengandung berbagai macam kandungan kecerdasan. Seorang ibu mendapat advis dari dokter bahwa anaknya harus memakai susu formula A. Saat mencari susu tersebut di supermarket mendapat informasi dari seorang SPG (Sales Promotion Girl) bahwa susu A mungkin tidak cocok karena tidak bisa menggemukkan jadi harus dengan susu B. Sesampai di rumah si ibu mencoba ?curhat? pertelepon dengan temannya. Si teman mengatakan bahwa anaknya bisa gemuk dengan susu C karena lebih terkenal dan lebih mahal. Dengan perasaan bingung si Ibu mencoba konsultasi ke dokter lainnya ternyata advisnya berbeda lagi, anak harus minum susu D. Akhirnya si ibu malah menjadi bingung mendapat informasi yang sangat berbeda ini.

Orang tua sering dihadapkan pada masalah pemilihan jenis susu formula yang tepat dan baik untuk bayi. Masalah ini diperumit dengan semakin banyaknya susu formula yang beredar di pasaran. Informasi tentang pemahaman pemilihan jenis susu semakin banyak didapatkan, baik dari dokter, sales promotion di supermarket, iklan di media cetak dan elektronik, brosur atau dari pengalaman ibu lainnya. Informasi yang beragam inilah yang membingungkan orang tua, karena sering sangat berbeda dan berlawanan.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa kesulitan pemilihan jenis susu formula banyak dialami oleh para orang tua. Pemilihan susu formula yang tidak tepat akan mengakibatkan gangguan beberapa fungsi dan organ tubuh seperti diare, sering batuk, sesak dan sebagainya. Gangguan sistem tubuh tersebut ternyata dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serta mempengaruhi dan memperberat gangguan perilaku anak.

ASI adalah merupakan makanan terbaik untuk bayi dan anak. Tetapi menjadi masalah bila anak tidak dapat mengkonsumsi ASI dengan cukup karena berbagai kondisi dan keadaan. Penggunaan PASI (Pengganti ASI) menjadi alternatif yang tidak dapat dihindarkan. Pemilihan susu terbaik bagi anak harus dilakukan secara cermat dan teliti. Susu merupakan makanan bayi dan anak yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah banyak dan jangka panjang. Bila susu tersebut tidak cocok bisa menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang terjadi terjadi terus menerus dalam jangka panjang.

SUSU FORMULA TERBAIK
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris. Karena, susu formula dengan penjualan terbesar yang beredar di setiap negara selalu beredar. Di negara Indonesia misalnya susu formula merek A, di negara Amerika serikat merek B, sedangkan di Belanda mungkin merek C.

Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar.

Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut.

Susu yang paling enak dan disukai bukan merupakan pertimbangan utama pemilihan susu. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu. Harga susu yang mahal dan merek yang terkenal juga bukan merupakan jaminan bahwa susu tersebut yang terbaik. Keterkenalan merek susu formula tertentu di suatu negara atau daerah sebenarnya lebih karena pertimbangan keberhasilan strategi pemasaran dan penyediaan barang. Hal ini dapat dillihat bahwa susu dengan penjualan tertinggi di negara satu dengan negara lainnya di dunia sangat berbeda dan bervaiasi.

Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHD pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga WHO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja.

Penjualan susu formula adalah merupakan bisnis perdagangan yang sangat besar dan sangat menggiurkan. Setiap hari kita disuguhi promosi susu formula yang demikian gencar. Semua produsen susu berlomba-loba mengangkat isu kecerdasan dengan mengandalkan AA, DHA, Spingomielin dan sebagainya. Karena sangat gencarnya promosi ?susu kecerdasan? ini, banyak orangtua menolak bila susu anaknya tidak mengandung AA dan DHA. Fenomena ini merubah perilaku produsen untuk selalu menambah zat kecerdasan pada semua produk susu dan makanan anak. Sehingga akhirnya penambahan kandungan AA dan DHA kesannya hanya untuk kepentingan bisnis belaka.

Penambahan prebiotik atau sinbiotik untuk memperbaiki saluran cerna bukanlah yang utama. Selama bahan dasar susu formula tersebut bisa diterima saluran cerna, maka penambahan kandungan tersebut tidak terlalu bermanfaat. Sebaliknya meskipun terdapat zat tersebut, tetapi bila beberapa kandungan dalam susu sapi tidak bisa diterima saluran cerna juga tidak akan memperbaiki keadaan. Bila terdapat masalah gangguan saluran cerna berkepanjangan yang penting adalah mencari jenis susu atau makanan lainnya yang dapat mengganggu saluran cerna tersebut.

MENGAPA SUSU FORMULA TIDAK COCOK

Pengaruh ketidak cocokan terhadap susu formula bisa disebabkan karena reaksi simpang makanan bisa karena reaksi alergi atau reaksi nonalergi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sIstem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi.

Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. Reaksi non alergi atau reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi. Intoleransi ini bisa terjadi ketidakcocokan terhadap laktosa, gluten atau jenis lemak tertentu.

Reaksi simpang makanan tersebut terjadi karena ketidakcocokan beberapa kandungan didalam susu formula. Bisa terjadi karena ketidakcocokan terhadap kandungan protein susu sapi (kasein), laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.

Alergi susu sapi adalah alergi terhadap kandungan protein tertentu yang ada di dalamnya. Banyak penelitian mengenai alergenitas protein susu sapi. Terdapat lebih dari 40 jenis protein yang berbeda dalam susu sapi yang berpotensi untuk menyebabkan sensitivitas. Kandungan pada susu sapi yang paling sering menimbulkan alergi adalah lactoglobulin, selanjutnya casein, lactalbumin bovine serum albumin (BSA). Analisa Immunoelectrophoretic menunjukkan bahwa casein berkurang alergenisitasnya setelah pemanasan sekitar 120 C selama 15 menit, sedangkan lactoglobulin, lactalbumin berkurang terhadap pemanasan lebih dari 100C. BSA and gammaglobulin kehilangan antigenisitasnya pada suhu antara 70C ? 80C.

GEJALA REAKSI ALERGI SUSU SAPI ATAU REAKSI SIMPANG SUSU FORMULA

Gangguan akibat ketidakcocokan susu formula bisa timbul karena reaksi cepat atau timbulnya gejala kurang dari 8 jam. Pada reaksi lambat atau gejala baru timbul setelah lebih dari 8 jam, atau kadang setelah minum susu 5 atau 7 hari baru timbul keluhan. Tanda dan gejala ketidak cocokan susu formula atau alergi susu hampir sama dengan alergi makanan. Gangguan tersebut dapat mengganggu semua organ tubuh terutama pencernaan, kulit, saluran napas dan organ lainnya.

GANGGUAN SALURAN CERNA: Sering muntah/gumoh, kembung,?cegukan?, sering buang angin, sering ?ngeden /mulet?, sering rewel, gelisah atau kolik terutama malam hari. Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, Feses berwarna hijau, hitam, berbau, sangat keras, cair atau berdarah. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau ?turun berok?) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.

Bila gangguan saluran cerna terjadi jangka panjang akan mengakibatkan : daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang infeksi terutama ISPA (batuk, pilek, panas, tonsilitis (amandel) berulang kadang setiap bulan atau lebih) Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau. Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru). Gusi tampak bengkak seperti tumbuh gigi. Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan )

Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu) Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala ?peyang?) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.

Karena pencernaan terganggu bayi sering minum berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat. Sering berkeringat (berlebihan) terutama dahi, daerah rambut meskipun dalam suhu udara dingin dan ,enggunakan ac. Gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih

Reaksi simpang makanan seperti ketidakcocokan susu formula terutama mengganggu sistem saluran cerna. Gangguan saluran cerna tersebut kadang mengakibatkan gangguan permeabilitas pada saluran cerna atau leaky gut. Banyak penelitian terakhir mengungkapkan bahwa gangguan saluran cerna kronis dengan berbagai mekanisme imunopatofisiologis dan imunopatobiologis ternyata dapat mengakibatkan gangguan neurofungsional otak. Gangguan fungsi otak tersebut mempengaruhi gangguan perilaku seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala ADHD dan Autis.

Gangguan perilaku dan motorik (gangguan neuroanatomis dan neurofisiologis) yang sering diperberat dan dikaitkan karena reaksi alergi atau reaksi simpang susu formula

GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal) GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (?dibedong?). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi ?mlengkung? ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri. Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh daritempat tidur.

GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi ?nungging? atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi, AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.

GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Tidak menyukai tempat yang sempit seperti box bayi atau ruangan kamar yang kecil. Sehingga sering minta keluar ruangan atau halaman luar rumah. EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 ? 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan. KETERLAMBATAN BICARA: Tidak mengeluarkan kata umur < 15 bulan, , kemampuan
bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik. IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh. Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi)

BERBAGAI JENIS SUSU FORMULA
Susu sebagai minuman utama pada bayi terdiri dari ASI, PASI atau susu formula (comercial formula) dan Non Formula. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, kandungan gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak. ASI juga mengandung zat untuk perkembangan kecerdasan, zat kekebalan (mencegah dari berbagai penyakit) dan dapat menjalin hubungan cinta kasih antara bayi dengan ibu. Manfaat bagi ibu dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, menunda kehamilan, mengurangi risiko terkena kanker payudara, dan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ibu.

PASI (Pengganti Air Susu Ibu) adalah merupakan alternatif terakhir bila memang ASI tidak keluar, kurang atau mungkin karena sebab lainnya. PASI adalah makanan bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai berumur enam bulan. PASI dapat dikelompokkan menjadi susu formula awal (starting formula), susu lanjutan (Followup Formula) .dan susu formula khusus (specific formula). Starting Formula biasanya diberikan sejak lahir sebelum usia 6 bulan dan Followup Formula diberikan di atas usia 6 bulan.

Spesific formula merupakan formula khusus yang diberikan pada bayi yang mengalami gangguan malabsorbsi, alergi, intoleransi ataupun penyakit metabolik. Susu formula khusus ini sangat banyak dan bervariasi yang berisi formula tertentu bagi keadaan yang tertentu pula. Diantaranya adalah susu hidrolisa protein ektensif seperti Pepti junior, pregestimil, atau yang paling ekstensif seperti Neocate. Golongan susu tersebut termasuk yang paling aman karena komposisinya tanpa laktosa, mengandung banyak lemak MCT (monochain trigliserida) dan protein susu yang lebih mudah dicerna. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita alergi susu sapi, alergi susu kedelai, malabsorspsi dan sebaginya.

Susu formula khusus lainnya adalah susu hidrolisat protein parsial, seperti NAN HA atau Enfa HA. Golongan susu ini biasanya digunakan untuk bayi yang beresiko alergi atau untuk mencegah gejala alergi agar tidak semakin memberat dikemudian hari. Untuk pencegahan alergi biasanya hanya digunakan sejak lahir hingga usia 6 bulan. Sebenarnya susu ini bukan digunakan untuk penderita alergi susu sapi. Tetapi dalam keadaan gejala alergi yang ringan tampaknya penggunaan susu ini sangat bermanfaat.

Susu formula khusus kedelai atau susu formula soya adalah susu formula yang mengandung bahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi. Susu formula soya yang saat ini beredar di Indonesia adalah isomil, nutrisoya, prosobee dan sebagainya. Susu formula khusus lainnya adalah susu bebas atau rendah laktosa. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita intoleransi laktosa. Non formula, merupakan susu yang sebenarnya tidak memenuhi syarat sebagai PASI. Contoh susu non formula adalah susu sapi segar, susu skim atau susu kental manis. Susu ini komposisinya tidak sesuai dengan komposisi yang direkomendasikan oleh FDA atau komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan bayi.

Susu formula sangat berbeda dengan susu sapi murni, meski bahan baku susu formula dari susu sapi. Dalam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang telah dianjurkan.

STRATEGI PEMILIHAN SUSU FORMULA
Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi. Langkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir

Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar > 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula.

Sering terjadi overdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi. Sebaiknya jangan terlalu cepat memvonis alergi susu sapi pada bayi. Reaksi alergi yang timbul bukan saja terjadi karena susu formula. Dalam pemberian ASI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi. Dalam keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi bronkus (lendir yang berlebihan). Hal lain sering terjadi anak divonis alergi susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Alergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan sebaliknya. Alergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. Bila gejala alergi baru timbul di atas usia 6 bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi. Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yang biasanya mulai dikenalkan pada usia tersebut. Penderita alergi makanan, selain alergi terhadap susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Anak yang mengalami alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar 30 ? 40% mengalami alergi susu soya (kedelai). Tetapi susu soya merupakan pilihan pertama untuk anak alergi susu sapi pada usia di atas 6 bulan. Bila anak mengalami alergi susu sapi yang ringan seperti gangguan kulit dan saluran cerna ringan akan bisa menerima susu sapi tersebut sekitar usia 1 tahun. Bila mengakibatkan gangguan berat seperti batuk, asma dan muntah biasanya akan bisa menerima susu sapi di atas usia 2 hingga 5 tahun.

Bila mencurigai ketidak cocokan susu formula, jangan terlalu cepat memvonis susu sapi adalah penyebabnya. Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya karena kandungan susu sapinya. Gangguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula seperti laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa (vanila, coklat, strawberi, madu dll), komposisi lemak, kandungan DHA, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya. Proses pengolahan bahan dasar susu sapi ternyata juga bisa berpengaruh. Beberapa cara proses pengolahan susu sapi tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan alergi. Perbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut.

Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya berbeda. Penggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu soya atau susu hipoalergenik. Jadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya. Bila gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan tersebut dapat berkurang. Misalnya, penggantian susu yang tidak mengandung DHA gangguan kulit bisa menghilang. Buang air besar yang sulit dengan pengantian susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. Demikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu.

Pemberian susu formula khusus seperti susu soya, susu peptijunior atau susu hipoalergenik sering dianggap tidak bergizi dibanding susu formula lainnya. Sebenarnya secara umum pendapat ini tidak benar. Setiap susu formula kandungan vitamin, mineral dan kalorinya adalah sama, sudah sesuai standar FDA. Harus sesuai dengan kebutuhan anak menurut usianya. Memang susu tersebut tidak mengandung AA, DHA, dan ?kandungan kecerdasan? lainnya. Padahal penambahan kandungan zat tersebut masih belum terbukti secara klinis. Sedangkan bila susu formula lainnya tetap dipaksakan maka banyak gangguan fungsi organ tubuh dan ganggua perilaku yang dapat terjadi dalam jangka panjang. Hal ini justru akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik. Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut.

Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut. Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.

KESIMPULAN
Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Pertimbangan lain adalah pertimbangan harga susu yang harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga dan harus mudah didapatkan di pasaran. Reaksi simpang makanan yang diakibatkan susu formula bisa disebabkan karena beberapa komposisi yang terkandung di dalamnya. Baik berupa reaksi alergi, intoleransi, atau reaksi simpang lainnya. Reaksi tersebut dapat mengganggu beberapa organ tubuh dan perilaku pada anak.
Dr Widodo Judarwanto SpA

Kamis, 22 Januari 2009

Perkenalkan Saya Quineisha

Diposting oleh Erwin Arianto di 23.14 0 komentar
Assalamualaikum, Wr. Wb
Pembaca Blog Erwin-Buahhati hanya sekedar Informasi perkenalkan Nama saya Quineisha saya baru Dilahirkan di RS Sentra Medika, Cimanggis depok Pada Tanggal 16 January 2009
Dengan Berat 3500 Gram dan Panjang 52 Cm. Saya adalah anak dari Papa Erwin Arianto dan Mama Shinta kartika Ini

Mau Lihat Foto Saya.....







Ini Aku Baru lahir aku cantik engga sih... salam semua Om..Tante.. oma.. dan Opa... Doain aku ya.....

Salam Hormat
Quineisha

Daftar Dokter Kandungan Wanita

Diposting oleh Erwin Arianto di 23.09 1 komentar
No Doctor Name Rumah Sakit

1. RSIA Budi Kemuliaan, Jakpus ada dr. Dwirani Amelia (dr. Lili). praktek tiap
hari senin dan kamis sore
2. Dr Puji Ichtiarti RS Hermina Bekasi Barat dan RS Hermina Jatinegara
3. Dr Santi (Marlisanti kalau gak salah) RS JMC Buncit Raya
4. Dr Husna RS OMC Pulomas
5. Dr Ramayanti RSIA Putra Dalima , BSD Serpong
6. Dr Hasna, Dr.. (bisa dicek di website harapan kita) RS harapan kita.
7. Dr Yenny Julizir Rs.Anna Bekasi (Suaminya Dr. Anak dan sebagai pemilik RS.
ANNA)
8. Dr. Lita Lilik RS Mitra International jatinegara
9. Dr Dwiyana Ocviayanti (Ocvi) RS Permata Cibubur
10. Dr. Sri Lestari Praktek di RS International Bintaro dan RS Fatmawati.
11. Dr. Rudiyanti RS International Bintaro.
12. Dr. Lina Meilina Pujiastuti SpOG RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
13. Dr. Jenny Anggraeni RSIA Hermina Bekasi
14. Dr. Nina Martini Somad RSIA Hermina Bekasi

15. Dr. Wenny Ningsih RS.Honoris Tangerang (Perum Tmn modern Tangerang, dkt
Metropolitan Town Square)
16. Hj. Lina Meilina Spog RS Mitra keluarga Bekasi Barat
17. Dr. Rudiyanti Praktek setiap hari 10:00-13:00 di RSIB
18. Dr. Lucky Syafitri RSIA Eva Sari di Jl Rawa Mangun ( Pramuka ) Jak Pus dan
RS Thamrin JakPus
19. Dr. Suharyanti, Spog Praktek di RS. MMC dan RS Hermina Jatinegara
20. Dr. Mutia Prayanti RS Hermina Depok
21. Dr. Nelwati RS Hermina Depok
22. Dr. Tazkiroh RS ISLAM JAKARTA
Jl. Cempaka putih Tengah I/1 Jakarta Pusat
Telp. (021) 4250451 - 42801567 (hunting) Fax. (021) 4206681
23. Dr. Suharni Kahar, SpOG
24. Dr. Isnariani, SpOG praktek setiap pagi di RS Harum, Kalimalang, Jakarta Timur.
25. DR Hasnah Siregar RSIA Hermina Jatinegara
26. Dr. Roslina Spog RSIA Trimitra Cibinong Jalan Raya Bogor, 1km selatan dari
Matahari Cibinong
27. Dr. SUSAN MELINDA RSB.Limijati Bandung Jl RE Martadinata atau di Melinda
Hospital Bandung Jl Pajajaran
28. Dr. Sofie Kimia Farma Jl Juanda Bandung
29. dr Dewi S Gaduh Hermina
30. dr. Laila Nurana SPOG Medistra dan Bunda
31. dr Sawitri SpOG. Dia praktek di RS Pondok Indah dan RS Hermina Jatinegara
32. dr. Oni Khonsa, di RS Persahabatan rawamangun. Praktek di RS Tambak dan RS Islam Cempaka Putih.
33. dr Sawitri SpOG. Dia praktek di RS Pondok Indah dan RS Hermina Jatinegara
34. dr Yun Wahyuni, Di RS Tumbuh Kembang Cimanggis & RS Sentra MediKa
35. dr Isnariani, SpOg praktek setiap pagi di RS Harum, Kalimalang, Jakarta Timur
36. dr. Botefilia, SpOG praktek di RS Persahabatan dan RSIA TAMbak
37. dr. Nining, SPog Praktek Di Rs Hermina Depok
38. dr. Mutia SPog Praktek Di Rs Hermina Depok
39. dr. Dwirani Amelia Praktek RSIA Budi Kemuliaan, Jakpus ada
39. www.pdpersi. co.id Pusat Data dan Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh
Indonesia
Ada yang mau tambahin silahkan Hubungi saya

Rabu, 14 Januari 2009

Pentingnya Menjadi Ayah

Diposting oleh Erwin Arianto di 00.25 0 komentar
Tidak dapat diragukan lagi bahwa ibu memegang peranan paling penting dalam kehidupan setiap anak. Mereka adalah figur seorang pahlawan bagi setiap anak. Jika arti ibu sedemikian penting, bagaimana dengan peran ayah dalam kehidupan anaknya? Seberapa penting arti ayah dibanding arti ibu bagi seorang anak? Pada kenyataannya ayah juga memegang peranan penting dalam kehidupan anak anda, meski mungkin pengorbanan mereka tak seberat pengorbanan ibu yang harus bertaruh nyawa untuk melahirkan anak mereka, namun tetap saja ayah memiliki arti penting dalam perkembangan psikologis seorang anak.

Ayah adalah dasar yang kuat dalam kehidupan setiap keluarga. Mereka ibarat daratan yang kita lihat saat kita telah lelah mengarungi lautan, mereka adalah kekuatan dimana kita bisa mengantungkan pilihan langkah pertama kita di dunia ini. Seorang ayah mungkin saja terlihat lembut, tangguh, ringkih, ataupun kuat namun ayah adalah cinta yang paling tidak rumit yang pernah kita kenal.

Bagi seorang anak perempuan, ayah adalah laki-laki pertama yang dikaguminya, laki-laki pertama yang memandangnya dengan penuh kekaguman. Mereka adalah laki-laki pertama yang jatuh cinta padanya.

Bagi seorang anak laki-laki, ayah adalah idola yang pertamakali menginspirasi hidupnya, cerminan cita-cita hidup mereka, dan bisa jadi ayah adalah laki-laki pertama yang mereka sayangi dan membuat mereka nyaman.

Bagi ibu, ayah dari anak-anak mereka adalah seseorang yang bisa mereka percayai untuk menjaga anak-anak mereka seerat mungkin. Membuat keluarganya merasa aman dengan cintanya. Ayah adalah seseorang yang bisa kita andalkan pada setiap masalah yang terjadi dalam keluarga.

Tanpa ayah, seorang wanita tidak akan pernah menjadi seorang ibu. Mereka adalah partner yang ideal dalam membesarkan anak-anak kita. Buat para ibu, hargailah ayah dari anak-anak anda semerti mereka menghargai anda. Kagumilah mereka seperti mereka mengagumi pengorbanan anda. Karena keluarga terbaik adalah mereka yang bisa saling mengahrgai dan mengagumi satu sama lain.


Sumeber: Kafe balita

Tips menjadi Ayah Baru

Diposting oleh Erwin Arianto di 00.24 0 komentar
Ada rasa panik, bingung, ngga tau harus ngapain setelah menjadi ayah
baru? Mau gendong takut bayinya kenapa-kenapa...mau ini itu serba
takut. Nah coba deh liat contekannya di sini.

1. Siap membantu pekerjaan rumah tangga
Adalah tugas istri sehari-hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, memasak, dst. Namun pada saat istri baru saja melahirkan, otomatis semua tugas yang biasa dikerjakannya, mustahil untuk dilakukan. Di sini suami berperan penting untuk menggantikan tugas istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


2. Be Positive
Sesaat setelah melahirkan, istri tidak jarang menjadi sangat sensitif. Perasaan capek & menahan rasa sakit bercampur menjadi satu. Belum lagi istri masih harus bertugas memberi ASi pada bayi. Sedangkan memberi ASI adalah sesuatu hal yang emosional. Artinya, istri harus cukup istirahat, cukup makan makanan yang bergizi, merasa rileks, aman & nyaman setiap waktu. Hal ini berpengaruh pada produksi ASI sang ibu. Peran suami di sini adalah membangun suasana hati istri menjadi produktif menghasilkan ASI.


3. Turun tangan mengurus bayi
Minggu-minggu pertama setelah kelahiran sang buah hati, suasana emosional istri masih akan naik-turun. Ada baiknya, sekali waktu suami menggantikan tugas istri mengganti popok, menyusui (apabila tidak ASI), dan memandikan. Sekalipun suami sama sekali tidak berpengalaman, namun hal-hal yang patut diketahui untuk melakukan tugas-tugas tersebut dapat dipelajari dari sang istri yang setiap saat melakukan tugas tersebut.


4. Ciptakan metode penanganan bayi ala Anda sendiri
Apabila dalam persiapan kelahiran sang buah hati, Anda membekali diri dengan membaca buku, hal tersebut adalah suatu usaha yang sangat baik. Namun pada prakteknya, ada baiknya ayah menerapkan teori dari buku dengan 'gaya' (ciri khas)nya sendiri. Maka, mungkin saja dalam perjalanannya memegang bayi, ayah menemukan caranya tersendiri dimana sang bayi merasa nyaman & sang ayah merasa asik melakukannya. Apabila ayah sudah dapat 'memegang' bayinya, pada saat itu pula sang ibu dapat beristirahat sejenak.


5. Manjakan istri
Khususnya bagi para istri yang melahirkan dengan cara operasi caesar, hubungan suami-istri tidak boleh dilakukan selama 6 minggu. Selama masa itu, istri tetap membutuhkan sentuhan kasih sayang suami. Bagaimana pun sang istri telah melewati masa traumatik dimana harus menahan sakit selama berjam-jam. Belum lagi istri harus mengurus sang bayi setelah pulang ke rumah. Maka manjakanlah istri dengan pelukan & ciuman apabila hubungan suami-istri belum dapat dilakukan.


6. Manfaatkan anggota keluarga & teman
Kehadiran si kecil sudah pasti ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota keluarga & teman, terutama sang nenek & kakek. Tanpa Anda sadari, ternyata kehadiran mereka sangat membantu. Sang nenek & kakek tentunya ingin mengenal cucu mereka lebih dalam. Pada saat-saat tertentu, bisa saja si kecil Anda titipkan kepada nenek & kakeknya, sementara suami & istri meluangkan sedikit waktu untuk berduaan.


7. Belajar membuat bayi sibuk
Tujuannya adalah membuat bayi tidak selalu harus dipegang oleh ibunya. Tugas ayah adalah mengajaknya bermain hingga bayi lupa akan ibunya untuk sejenak sehingga sang ibu dapat beristirahat sebentar. Pada saat inilah sang ayah juga dapat menikmati waktu bermain dengan si kecil.


8. Pembagian tugas 'malam'
Pembagian 'shift' malam tergantung dari kebiasaan masing-masing pasangan suami-istri. Untuk suami yang bekerja kantoran, biasanya tidak mendapat giliran 'jaga malam' pada hari-hari kerja. Namun pada akhir pekan, suami bertugas penuh, sementara sang istri beristirahat sepuas-puasnya. Pada malam hari bayi mungkin akan bangun sebanyak 2-3 kali, ada beberapa pasangan suami-istri yang mengakalinya dengan bergantian selang-seling. Misalnya pada jam 00.00, istri yang bangun. Kemudian pada jam 02.00, sang suami yang bangun. Lalu pada jam 04.00, sang istri lagi yang bangun. Dengan demikian, masing-masing mendapatkan istirahat yang sedikit agak panjang daripada harus setiap 2 jam terbangun.


9. Berbagi pengalaman dengan para ayah lainnya
Biasanya dengan berbagi cerita seputar pengalaman mengurus bayi, sedikit banyak dapat menambah ilmu Anda. LAin orang lain penanganan. Namun bisa saja, ayah lain melakukan suatu teknik penanganan bayi yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda.


10. Enjoy it!
Nikmati minggu-minggu pertama bersama si kecil. Walaupun melelahkan dan terkadang sering bikin stres, masa-masa itu hanya berlalu sekali saja. Begitu si kecil sudah bertambah besar & sudah bisa diajak main, otomatis kelelahan yang Anda alami selami ini akan sirna.
Diposting oleh Erwin Arianto di 00.23 0 komentar
Lama Tidur Bayi
Tidur terlama bayi baru lahir adalah 4-5 jam. Lamanya periode tidur ini sesuai dengan periode seberapa lama perutnya dapat bertahan sampai waktu menyusu berikutnya.

Tangis Bayi
Masa dimana puncaknya bayi paling sering menangis adalah di usia 2 bulan. Lalu sesudahnya, frekuensi menangis akan menurun.

Bayi Kidal
Bayi sudah mulai menunjukan tanda-tanda kidal pada usia sangat dini, yakni usia 10 minggu.

Botol Susu
Selain menyebabkan kerusakan gigi, membiarkan si kecil tertidur dengan botol susu di mulutnya dapat meningkatkan resiko terkena infeksi telinga. Studi terkini bahkan menyatakan bahwa hal itu dapat membuat si kecil terserang asma. Minum dari botol sambil berbaring diduga dapat menyebabkan sebagian kecil dari susu ‘menetes’ ke paru-paru, yang dapat menimbulkan efek merusak paru-paru. Untuk menghindari masalah kesehatan yang mungkin terjadi, gendong atau posisikan si kecil setengah duduk ketika ia minum susu dan jangan pernah tinggalkan ia sendirian di atas tempat tidur dengan botol susunya.

Rooting Refleks
Rooting reflex dimiliki oleh semua bayi yang baru lahir. Refleks ini membuat bayi menengokkan kepalanya ke sisi dimana pipinya disentuh. Sentuh pipi kirinya, maka bayi akan refleks menoleh ke kiri. Sentuh pipi kanannya, maka rooting reflex membuatnya menengok ke kanan. Inilah yang menuntun mereka dengan mudah menemukan puting susu ketika disusui. Sentuhan puting susu di pipinya membuat ia langsung menoleh dan menemukan puting Anda.

Dilarang: NAMA ‘ANEH’

Pemerintah Malaysia mengeluarkan daftar nama-nama yang tidak boleh digunakan untuk penamaan bayi di negara tersebut. Orang tua tidak boleh menamakan anak mereka Zani yang berkonotasi lelaki penggoda. Atau nama Cina Chow Tow, yang artinya si kepala bau. Memberi nama anak sesuai dengan sebutan warna, nama binatang, bunga, buah-buahan diperbolehkan.
 

Info Ibu, Bayi & Keluarga Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea