Senin, 06 November 2017

Cara bedakan diare karena bakteri & rotavirus

Diposting oleh Erwin Arianto di 01.30
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Infeksi virus rotavirus merupakan penyebab bayi mengalami diare berat dan juga muntah. Virus yang merusak usus kecil ini juga sangat menular.
Secara global, rotavirus adalah penyebab utama diare pada anak berusia kurang dari dua tahun. Diare masih jadi penyebab kematian utama setelah pneumonia pada bayi berusia kurang dari dua tahun di Indonesia.
Gejala utama bayi yang terinfeksi rotavirus antara lain diare cair dan terus-menerus, muntah, demam, dan nyeri pada bagian perut. Gejala-gejala tersebut dimulai 1-2 hari setelah penularan dan biasanya berlangsung 3-8 hari. Pada kasus yang berat, bayi bisa mengalami dehidrasi.
"Salah satu cara membedakan diare karena bakteri dan rotavirus adalah bokong anak menjadi kemerahan dan juga tinjanya berbau asam," kata Badriul Hegar, dokter spesialis anak (konsultan). Pemeriksaan tinja diperlukan untuk memastikan diagnosisnya.
Infeksi rotavirus bisa sembuh dengan sendirinya, umumnya dalam periode 7 hari. "Yang penting cukupi cairan agar tidak dehidrasi. Rotavirus tidak memerlukan antibiotik," katanya.
Bila bayi muntah, gantilah cairan yang hilang, tetapi berikan sedikit-sedikit. "Tetap berikan bayi ASI atau makanan karena nutrisi diperlukan untuk memperbaiki epitel usus yang rusak oleh virus," ujar Hegar.
Diare merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai di rumah sakit. Di negara berkembang termasuk Indonesia, diare akut maupun kronik masih tetap merupakan salah satu masalah kesehatan utama. penelitian WHO mendapatkan bahwa episode diare pada bayi dan balita berkisar antara 2-8 kali per tahun. Sebagian besar diare berlangsung antara 2-5 hari, namun sekitar 3-20 % berlangsung lebih daripada 5 hari, bahkan dapat lebih dari 2 minggu dan menjadi diare kronik. (1)
Telah lama diduga bahwa virus merupakan penyebab utama terjadinya diare. Tahun 1958 Eichenwald dkk telah berhasil melakukan isolasi virus dari tinja penderita diare, pada waktu terjadi epidemi di New York. Virus tersebut adalah ECHO (Entero Cythopathogenic Human Orphan) tipe 18. Namun virus ini merupakan hasil biakan dari tinja penderita diare yang belum dapat dibuktikan 100 % sebagai penyebab karena kemungkinan adanya kontaminasi waktu pengambilan spesimen. Tahun 1973 Bishop dkk di Australia dengan pemeriksaan elektron berhasil menemukan partikel-partikel virus yang sama dari tinja dan juga dari biopsi usus penderita diare, sedangkan kemungkinan penyebab lainnya tidak ditemukan, sehingga dengan demikian dibuktikan bahwa virus tersebut yang menjadi penyebabnya. Virus ini diberi nama Orbivirus atau Duovirus karena ditemukan di daerah duodenum penderita diare. Karena bentuk virus ini menyerupai dinding yang terdiri dari 1 atau 2 lapis dan menyerupai roda yang bahasa Latinnya rota, maka virus ini diberi nama Rotavirus. (2)

DEFINISI

Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat lebih dari 3x/hari dengan konsistensi tinja cair, bersifat mendadak, dan berlangsung dalam waktu kurang dari 1 minggu. (3)
EPIDEMIOLOGI
Di negara-negara yang beriklim 4 musim, diare yang disebabkan virus sering terjadi pada musim dingin. Di Indonesia, diare yang disebabkan oleh Rotavirus dapat terjadi sepanjang tahun, dengan puncak kejadian pada pertengahan musim kemarau (Juli-Agustus). (1)
Rotavirus merupakan penyebab utama diare pada bayi dan anak-anak terutama anak kelompok usia 6 bulan 2 tahun. Di negara maju Rotavirus merupakan 50 % penyebab utama diare. Di Indonesia Rotavirus pertama kali ditemukan pada tahun 1975 dari penderita diare yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI -RSCM Jakarta. prevalensinya pada waktu itu ialah sebanyak 47 %, di Yogyakarta dan Medan berkisar 40 %. (2)
Infeksi virus Rota biasanya menonjol pada musim dingin dengan masa inkubasi 2-4 hari. Cara penularan diare pada umumnya dengan oro fecal melalui :
1. Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh enteropatogen.
2. Kontak langsung tangan penderita dengan barang-barang yang telah tercemar tinja penderita.

ETIOLOGI

Salah satu penyebab timbulnya diare adalah infeksi virus. Infeksi virus dapat terjadi dengan 2 cara, yaitu : (1, 2, 4)
1. Infeksi Enteral
Yaitu infeksi virus melalui saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Disebabkan oleh : Rotavirus, Enterovirus (virus ECHO, Enterik Cytopathogenic Human Orphan), Adenovirus, Norwalk virus dan sebagainya.
2. Infeksi Parenteral

Yaitu infeksi virus di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti OMA (Otitis Media Akut). Tonsilofaringitis, Bronkhopneumonia dan sebagainya.

kanker tulang

Diposting oleh Erwin Arianto di 01.29
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Kanker tulang adalah jenis kanker yang menyerang tulang. Penyakit ini dapat diidap oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Dinamakan kanker tulang primer bilamana kanker tersebut muncul dan berkembang langsung di dalam tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang berasal dari bagian tubuh lain yang menyebar ke tulang-tulang.
Seluruh tulang di dalam tubuh bisa terserang oleh penyakit ini, namun sebagian besar terjadi pada tulang kaki dan lengan.
Berikut ini adalah tiga tanda dan gejala utama penyakit kanker tulang, yakni:
  • Nyeri. Seseorang yang terkena kanker tulang akan merasakan nyeri pada daerah tulang yang diserang, dan nyeri akan semakin meningkat saat bergerak. Nyeri biasanya akan dirasakan terus menerus hingga malam hari.
  • Pembengkakan. Daerah sekitar tulang yang terkena kanker akan mengalami pembengkakan dan berwarna kemerahan. Jika pembengkakan terjadi di tulang yang dekat dengan persendian, maka gerakan akan menjadi sulit dan terbatas.
  • Tulang rapuh. Kanker tulang menyebabkan tulang menjadi lemah atau rapuh. Bahkan jika sudah parah, jatuh ringan atau cedera kecil saja bisa membuat tulang patah.
Selain itu, ada pula beberapa gejala lain, seperti rasa kebas dan mati rasa saat kanker di tulang belakang menekan persarafan, muncul benjolan pada tulang, tubuh terasa lelah, penurunan berat badan, demam di atas suhu 38° C, dan berkeringat terutama pada malam hari.
Pada orang dewasa, gejala nyeri tulang kadang-kadang disalahartikan sebagai radang sendi. Pada anak-anak dan remaja, kadang-kadang disalahartikan sebagai efek samping dari pertumbuhan tulang. Sebaiknya temui dokter jika Anda atau anak Anda terus-menerus merasakan nyeri pada tulang atau nyeri tersebut berangsur memburuk.

Penyebab kanker tulang

Penyebab pasti kanker tulang belum diketahui, namun kondisi ini diduga disebabkan oleh adanya perubahan atau mutasi di dalam struktur DNA pengendali pertumbuhan sel sehingga menjadikannya terus tumbuh di luar kendali. Penumpukan sel-sel ini kemudian membentuk tumor yang dapat menyerang struktur tulang di dekatnya atau bahkan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Berikut ini beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tulang.
  • Paparan radiasi tinggi dari suatu pengobatan yang pernah dialami penderita, misalnya radioterapi.
  • Pernah memiliki riwayat suatu jenis kanker mata yang disebut retinoblastoma saat kecil.
  • Menderita sindroma Li-Fraumeni, sebuah kondisi genetika yang langka.
  • Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan melemahnya tulang.
  • Menderita penyakit hernia umbilitikus sejak lahir.

Jenis-jenis kanker tulang

Berdasarkan tempat sel kanker bermula, kanker tulang dibagi menjadi:
  • Osteosarcoma. Kanker tulang ini berkembang di ujung tulang panjang pada tulang yang sedang aktif pertumbuhannya. Jenis ini biasanya menyerang tulang kering, paha, dan lengan. Osteosarcoma bisa diidap siapa saja, namun yang paling umum adalah laki-laki usia remaja muda dan remaja yang baru menginjak usia dewasa, yaitu kisaran 10-19 tahun.
  • Chondrosarcoma. Kanker tulang ini berkembang di dalam sel tulang rawan yang biasa menyerang tulang paha, tulang panggul, tulang rusuk, tulang belikat, atau tulang lengan bagian atas. Chondrosarcoma biasa diidap oleh orang-orang yang berusia di atas 40 tahun.
  • Sarkoma Ewing’sKanker tulang ini berkembang di dalam jaringan saraf yang belum dewasa pada sumsum tulang. Jenis ini biasanya menyerang tulang paha, tulang kering, dan tulang panggul. Ewing’s sarcoma lebih sering diidap remaja laki-laki ketimbang orang dewasa, yaitu pada usia 4-15 tahun.
  • Tumor Sel Raksasa pada Tulang. Meskipun sebagian besar tumor jenis ini bersifat jinak, beberapa di antaranya dapat bersifat ganas dan umumnya menyerang tulang di kaki (dekat lutut). Tumor ini jarang bermetastase ke bagian tubuh lainnya yang jauh, namun sering muncul kembali meskipun telah dioperasi.
  • Chordoma. Kanker tulang ini seringkali muncul pada dasar tulang tengkorak atau pada tulang belakang. Biasanya menyerang orang dengan usia di atas 30 tahun, dan lelaki dua kali lebih rentan terserang dibanding wanita.

Tahapan perkembangan kanker tulang

Ada empat tahapan yang menentukan tingkat keparahan suatu penyakit kanker tulang, di antaranya:
Stadium 1. Pada tahap ini, kanker baru mengenai satu bagian tulang dan belum menyebar ke bagian lainnya. Stadium 1 dibagi menjadi dua:
  • Stadium 1A: tumor berukuran ≤ 8 cm
  • Stadium 1B: tumor berukuran > 8 cm, atau bila terdapat lebih dari satu tumor pada satu tulang yang sama.
Stadium 2. Hampir sama seperti stadium 1, tapi pada tahap ini, kanker masih berada di satu bagian tulang dan belum menyebar. Pada tahap ini juga, agresivitas kanker sudah mulai terlihat. Stadium 2 dibagi menjadi dua:
  • Stadium 2A: tumor berukuran ≤ 8 cm
  • Stadium 2B: tumor berukuran > 8 cm.
Stadium 3. Pada tahap ini kanker sudah mulai menyebar ke lebih dari satu area pada tulang yang sama.
Stadium 4. Pada tahap ini, kanker yang menggerogoti tulang telah menyebar ke bagian-bagian lainnya di dalam tubuh, misalnya paru-paru, hati, atau otak. Stadium 4 juga dibagi menjadi dua:
  • Stadium 4A : Tumor telah menyebar ke paru-paru
  • Stadium 4B : Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening sekitar dan atau menyebar ke organ lain selain paru-paru.
Penentuan tingkat keparahan kanker tulang bisa dilakukan melalui proses penegakan diagnosis. Hal ini berguna dalam membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat.

Diagnosis kanker tulang

Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita kanker tulang, selain menanyakan tentang gejala-gejala yang dirasakan, dokter perlu melakukan beberapa tes. Jenis-jenis tes ini di antaranya adalah:
  • Biopsi. Selain dapat mendeteksi jenis kanker tulang yang diderita, tes ini juga dapat menentukan tingkat keparahan dan penyebaran penyakit tersebut bila ada. Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sedikit sampel dari tulang untuk selanjutnya diteliti di laboratorium. Tes ini dianggap sebagai cara paling akurat untuk mendiagnosis kanker tulang.
  • X-ray. Melalui tes ini dapat diketahui apakah kerusakan tulang yang dialami oleh pasien disebabkan oleh kanker atau kondisi lainnya (misalnya patah tulang). Selain kerusakan tulang, pertumbuhan tulang yang tidak wajar akibat kanker juga dapat terdeteksi melalui X-ray.
  • Pemindaian tulang. Tes ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah bahan radioaktif ke dalam pembuluh vena. Bahan tersebut nantinya akan diserap oleh tulang. Biasanya tulang yang bermasalah atau tidak normal akan lebih cepat melakukan penyerapan zat radioaktif dibandingkan tulang yang normal. Informasi soal tulang yang didapat lewat pemindaian tulang biasanya lebih rinci daripada yang didapat melalui X-ray.
  • MRI scan. Melalui metode ini, tingkat keparahan penyebaran kanker di dalam tulang dapat diketahui. Dengan dibantu gelombang radio dan medan magnetik, MRI scan dapat menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak secara lebih terperinci.
  • CT scanPemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah kanker tulang telah menyebar, misalnya ke paru-paru. Pemindaian yang menggunakan rangkaian X-ray dan bantuan komputer ini dapat menghasilkan gambar bagian tubuh secara terperinci dalam bentuk tiga dimensi.

Pengobatan kanker tulang

Pilihan pengobatan kanker tulang bergantung kepada tingkat keparahan kanker, lokasi kanker, dan bahkan jenis kanker itu sendiri. Penanganan utama kanker tulang biasanya dilakukan melalui operasi yang dikombinasikan dengan pengobatan lainnya, seperti kemoterapi dan radioterapi.
Beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker tulang, di antaranya:
  • Operasi pengangkatan tulang. Prosedur ini biasanya dilakukan jika kanker belum menyebar keluar tulang. Bagian tulang atau sendi yang terinfeksi kanker umumnya masih bisa direkonstruksi atau diganti dengan tulang atau sendi buatan walau tidak jarang juga langkah amputasi harus tetap dilakukan. Operasi pengangkatan ini juga masih bisa diterapkan jika kanker baru menyebar ke jaringan-jaringan di sekitar tulang, misalnya pada sendi lutut.
  • Amputasi. Amputasi biasanya dilakukan jika kanker tidak berhasil ditangani dengan operasi pengangkatan tulang atau jika kanker tulang telah menyebar, misalnya menuju saraf, pembuluh darah, serta kulit. Amputasi mungkin juga diperlukan jika terjadi infeksi pascaoperasi pengangkatan tulang. Penderita yang harus melalui prosedur amputasi akan menggunakan tungkai buatan untuk menggantikan tungkai yang diangkat. Penderita akan melalui tahap rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi organ pada anggota tubuh yang diangkat melalui berbagai jenis terapi, salah satunya adalah fisioterapi.

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode pengobatan kanker yang melibatkan pemberian sejumlah obat-obatan. Pada penyakit kanker tulang, obat-obatan tersebut diinfuskan ke dalam pembuluh darah melalui infus.
Pada kasus kanker tulang, kemoterapi biasanya dilakukan sebelum operasi dengan tujuan untuk menyusutkan kanker agar tidak perlu dilakukan amputasi.  Umumnya, prosedur ini dilakukan setelah operasi agar kanker tidak muncul kembali. Selain itu, kemoterapi juga bisa dipadukan dengan radioterapi untuk diberikan kepada penderita sarkoma Ewing sebelum menjalani operasi. Metode ini disebut sebagai chemoradiation. Jika penderita kanker tulang sudah tidak bisa ditangani lagi dengan cara apa pun, kemoterapi biasanya diberikan dengan tujuan memperlambat gejala.
Waktu pelaksanaan kemoterapi biasanya dibagi menjadi beberapa siklus, yang mana tiap siklus terdiri dari beberapa hari. Jumlah siklus yang dibutuhkan oleh penderita kanker tulang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit yang diidap oleh mereka. Tiap siklus kemoterapi biasanya dipisahkan oleh jeda waktu beberapa minggu. Tujuan pemberian jeda waktu ini adalah agar penderita dapat memulihkan diri dari efek kemoterapi.
Beberapa efek samping kemoterapi adalah rambut rontok, rasa lelah, sariawan, diare, mual dan muntah, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh. Biasanya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan kemoterapi berakhir. Efek samping lain yang perlu dipertimbangkan adalah pengaruh kemoterapi pada tingkat kesuburan pasien.
Mifamurtide
Mifamurtide adalah obat perangsang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel putih bernama makrofag yang bertugas membunuh sel kanker. Obat ini diberikan dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah untuk periode perawatan selama 12-24 minggu, tergantung kepada kondisi pasien.
Penggunaan mifamurtide pada pasien perempuan yang hamil dan menyusui sebaiknya diawasi dokter. Pasien yang aktif secara seksual sebaiknya disertai dengan penggunaan alat kontrasepsi, Diskusikan tiap metode pengobatan dengan dokter sebelum memutuskan melakukannya.
Mifamurtide adalah metode pengobatan kanker tulang jenis osteosarcoma yang bisa dikombinasikan juga dengan pengobatan yang telah disebutkan di sini, yaitu kemoterapi. Selain pada penderita kanker tulang yang memiliki osteosarcoma tinggi, mifamurtide biasanya diberikan setelah operasi.
Beberapa efek samping mifamurtide adalah pusing, mual, mual, diare, kehilangan nafsu makan, dan rasa lelah.

Radioterapi

Metode radioterapi dilakukan dengan menggunakan pancaran radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Pada kasus kanker tulang, radioterapi dapat digunakan sebelum atau sesudah operasi. Metode ini juga dapat dilakukan untuk memperlambat gejala kanker tulang pada penderita yang tidak bisa lagi diobati dengan cara apa pun. Radioterapi biasanya dilakukan sebanyak lima sesi dalam seminggu. Setiap sesi biasanya berlangsung beberapa menit.
Sama seperti kemoterapi, radioterapi juga memiliki efek samping. Beberapa di antaranya adalah lelah, rambut rontok, nyeri sendi, mual, iritasi dan kemerahan pada kulit. Umumnya efek samping ini akan hilang setelah pengobatan radioterapi berakhir.

Peluang sembuh penderita kanker tulang

Kanker tulang yang belum menyebar ke organ tubuh lainnya atau yang masih terlokalisasi, lebih mudah ditangani ketimbang kanker tulang yang sudah menyebar atau bermetastasis. Faktor inilah yang nantinya akan berpengaruh pada peluang penderita untuk sembuh.
Menurut penelitian di Inggris, seseorang yang terdiagnosis menderita osteosarcomaterlokalisasi diperkirakan masih memiliki peluang hidup sebesar 60 persen selama setidaknya 5 tahun ke depan, dibandingkan mereka yang terdiagnosis menderita osteosarcoma metastasis yang hanya berpeluang 25 persen.
Sedangkan untuk kasus kanker tulang sarkoma Ewing’s yang telah terdiagnosis, penderita kondisi terlokalisasinya diperkirakan masih memiliki peluang hidup sebesar 70 persen setidaknya selama lima tahun ke depan dibandingkan penderita kondisi metastasis yang hanya memiliki peluang 30 persen. Sama seperti osteosarcoma terlokalisasi, sebagian besar penderita sarkoma Ewing’s terlokalisasi juga berhasil sembuh dari penyakitnya.
Selain tingkat penyebaran, seberapa parah jaringan sel yang terkena kanker juga bisa berdampak pada kesempatan penderita untuk sembuh. Menurut penelitian, rasio peluang hidup penderita kanker tulang chondrosarcoma stadium rendah dengan penderita stadium tinggi selama setidaknya 5 tahun ke depan adalah 80 persen banding 30 persen.

Rabu, 01 November 2017

Pap smear Apaan tuh

Diposting oleh Erwin Arianto di 00.10
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Pengertian dan Gambaran Umum

Pap smear adalah contoh dari sel-sel di leher rahim yang diambil selama tes pap. Tes pap dilakukan untuk menentukan kesehatan leher rahim (serviks) atau menemukan adanya perubahan abnormal pada sel-sel. Selama tindakan, contoh sel tersebut dikumpulkan dari permukaan leher rahim dan diletakkan pada kaca mikroskop. Contoh ini, disebut pap smear, dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan mikroskopis.
Tes pap smear digunakan untuk dua tujuan utama:
  • Pemeriksaan leher rahim secara rutin
  • Diagnosis

Dalam kedua kasus, Pap Smear digunakan untuk menemukan perubahan sel abnormal pada contoh sel. Pap smear biasanya termasuk dalam daftar pemeriksaan rutin yang disarankan bagi wanita dalam rangka pencegahan penyakit leher rahim. Berdasarkan hasil dari pap smear, setiap kelainan yang ditemukan dalam contoh-contoh sel serta penyebab utama mereka dapat diobati lebih awal; dengan melakukan hal ini akan sangat menurunkan peluang seorang wanita terkena kanker leher rahim.
Setiap wanita akan memiliki jadwal tes pap yang berbeda yang disarankan dokter untuk mereka; jadwal ini akan didasarkan pada usia dan risiko mereka terkena penyakit leher rahim. Pada wanita di atas usia 30, Pap smear terkadang dikombinasikan dengan sebuah Tes HPV karena penyakit leher rahim seringkali disebabkan oleh HPV atau biasa disebut virus papilloma pada manusia. Pada wanita yang dibawah umur 30 tahun, Pap Smear saja biasanya sudah cukup, tetapi mereka juga disarankan untuk mendapatkan suntikan vaksin HPV sebagai tindakan pencegahan.

Gejala Kunci

Untuk tujuan diagnosis, perubahan sel yang abnormal yang ditemukan di pap smear akan menjadi faktor penentu dalam diagnosis penyakit atau gangguan leher rahim, seperti:
  • Displasia (perkembangan sel dan jaringan yang tidak normal)
  • Kanker leher rahim (serviks)

Kedua penyakit tidak dapat didiagnosis hanya dengan pap smear saja. Jika hasil pap smear ditemukan adanya ketidaknormalan, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan, seperti menggunakan kolposkopi.
Perhatikan, bagaimanapun juga, tes pap tidak dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi menular seksual lainnya seperti herpes, sipilis, klamidia dan kencing nanah. Terdapat tes khusus untuk masing-masing infeksi ini.
Dokter Anda dapat meresepkan pap smear jika Anda mengalami salah satu gejala berikut:
  • Gatal-gatal pada vagina
  • Kemerahan
  • Nyeri saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan intim
  • Luka, benjolan, ruam, lecet, atau kutil
  • Pembengkakan
  • Bau yang tidak biasa
  • Perubahan pada keputihan, seperti warna, bau, atau tekstur yang berbeda dari apa yang biasanya Anda alami
  • Keputihan yang berlebihan

Mempersiapkan Pap Smear

Persiapan tertentu perlu diperlukan sebelum melakukan pap smear, diantaranya:
  • Menjadwalkan tes pap Anda ketika Anda tidak berada dalam masa menstruasi, karena darah dapat mengganggu hasil tes.
  • Tidak menggunakan tampon, alat pembersih dubur, bedak, atau obat-obatan vagina lainnya selama 24 jam sebelum tes.
  • Tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum tes.
  • Anda akan merasa lebih nyaman jika Anda mengosongkan kandung kemih Anda sebelum melangsungkan tes.

Jika Anda sudah memiliki perjanjian dengan dokter, pastikan untuk menginformasikan dokter Anda tentang hal-hal berikut karena ini adalah pertimbangan penting yang harus dilakukan dalam tes pap :
  • Jika ini merupakan tes pap pertama Anda
  • Jika Anda sedang hamil
  • Jika Anda mungkin saja hamil
  • Jika Anda menggunakan kontrasepsi jenis apapun
  • Hari pertama dari haid terakhir Anda
  • Lama rata-rata haid Anda
  • Jika Anda pernah melakukan tindakan bedah yang melibatkan vagina, rahim, leher rahim, atau vulva
  • Jika Anda memiliki sejarah pemerkosaan dan atau pelecehan seksual
  • Jika Anda telah memiliki hasil tes pap yang abnormal sebelumnya

Penyebab Tes Pap yang tidak normal

Pap smear yang abnormal terjadi ketika contoh sel tidak mengandung sel-sel yang cukup untuk pemeriksaan yang sempurna atau ketika sel-sel abnormal terdeteksi. Penyebab paling umum dari perubahan sel tidak normal pada leher rahim adalah:
  • Human papillomavirus (HPV), penyakit menular seksual - Ini adalah penyebab dengan risiko tertinggi yang menyebabkan kanker leher Rahim (serviks) ketika tidak diobati. Tes pap dianggap sangat penting karena HPV dapat tinggal di tubuh selama beberapa tahun tanpa sepengetahuan Anda.
  • Infeksi Bakteri
  • Infeksi Jamur

Anda mungkin memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi HPV dan mendapatkan hasil tes pap yang abnormal karena perilaku seksual tertentu, seperti:
  • Berhubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi
  • Memiliki lebih dari satu pasangan
  • Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang juga berhubungan seksual dengan orang lain.

Perubahan sel lain di leher rahim dapat disebabkan oleh:
  • Kekurangan sistem daya tahan tubuh
  • Merokok

Apa yang diharapkan

Untuk memulai tes, Anda akan diminta untuk melepas pakaian Anda dari pinggang ke bawah dan menutup tubuh Anda. Anda akan diminta untuk berbaring terlentang di meja pemeriksaan dan menempatkan kaki Anda pada pijakan kaki yang telah disediakan. Posisi ini akan memudahkan dokter untuk memeriksa bagian luar genital dan vagina Anda. Dokter kemudian akan memasukkan alat yang telah diberikan pelumas, disebut spekulum, ke dalam vagina untuk meregangkan dinding vagina; tindakan ini berfungsi untuk mempermudah akses menuju leher rahim. Dokter Anda kemudian akan mengambil beberapa contoh sel dari leher rahim menggunakan cytobrush, sebuah kapas lidi atau alat semacam spatula kecil. Sel-sel tersebut dikumpulkan dari lokasi yang berbeda pada leher rahim, seperti kanal endoserviks yang berlokasi di ujung rahim dan bagian yang paling terlihat dari leher rahim. Setelah contoh sel diambil, contoh sel tersebut diletakkan pada permukaan kaca mikroskop, biasanya dicampur dengan larutan fiksatif, sebelum dikirim ke laboratorium.
Tes pap dapat menyebabkan sedikit ketidaknyamanan terutama ketika spekulum dimasukkan. Rasa tidak nyaman ini dapat menjadi lebih buruk jika vagina Anda sempit atau jika Anda memiliki kulit sensitif atau iritasi. Anda juga akan merasakan sensasi ditarik atau ditekan ketika dokter Anda mengambil sampel sel. Buatlah diri Anda senyaman mungkin, hirup nafas dalam, dan lemaskan otot Anda untuk meringankan rasa tidak nyaman tersebut.
Setelah tes, adalah normal ketika vagina mengalami sedikit pendarahan. Risiko yang timbul dari tes pap sangat kecil. Anda dapat pulang ke rumah pada hari yang sama dan datang kembali untuk mengambil hasil tes pap yang biasanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu. Terdapat kemungkinan untuk memperoleh hasil yang negatif semu atau positif semu. Oleh karena itu, beberapa dokter biasanya menyarankan tes pap dilakukan sebanyak tiga kali berturut-turut, dijadwalkan secara terpisah, untuk memastikan hasil pemeriksaan. 

Rujukan:
  • Balachandran I. “Human papillomavirus and pap smear: A review.” American Journal of Lifestyle Medicine.
  • Panaretto K, Larkins S, Manessis V. (2003). “Pap smear participation rates, primary healthcare and indigenous women.” The Medical Journal of Australia.
  • Mehmetoglu HC, Sadikoglu G, Ozcakir A, Bilgel N. (2010). “Pap smear screening in the primary health care setting: A study from Turkey.” North American Journal of Medical Sciences.

Rabu, 25 Oktober 2017

Paru - Paru Mengecil

Diposting oleh Erwin Arianto di 19.07
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Atelektasis merupakan kondisi paru-paru yang mengerut baik sebagian atau keseluruhan akibat penyumbatan saluran udara di bronkus atau bronkiolus. Bisa juga disebabkan oleh pernapasan yang sangat dangkal.


Sindroma Lobus Medialis
Sindroma lobus medialis merupakan atelektasis jangka panjang, dimana lobus media (tengah) dari paru-paru kanan mengkerut. Kondisi ini disebabkan oleh penekanan pada bronkus akibat adanya tumor atau kelenjar getah bening yang membesar. Paru-paru yang mengerut dan tersumbat bisa berkembang menjadi pneumonia yang tidak bisa sembuh total dan peradangan kronis, jaringan parut dan bronkiektasis.
Atelektasis Percepatan
Atlektasis percepatan biasanya terjadi pada pilot pesawat tempur. Penerbangan dengan kecepatan tinggi akan menutup saluran pernafasan yang kecil sehingga mengakibatkan kantong udara kecil di paru-pru atau alveoli menciut.
Mikroatelektasis Tersebar Atau Terlokalisasi
Pada kondisi ini, sistem surfaktan paru-paru terganggu. Surfaktan merupakan zat yang melapisi alveoli dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan hingga mencegah pengerutan.
Bila bayi prematur kekurangan surfaktan, mereka akan mengalami sindroma gawat pernafasan. Pada orang dewasa mikroatelektsis bisa disebabkan oleh terapi oksigen yang berlebihan, terjadinya infeksi berat dan luas (sepsis), dan faktor lain yang merusak lapisan alveoli.
Penyebab
Penyumbatan pada bronkus merupakan penyebab utama terjadinya atelektasis. Penyumbatan juga bisa terjadi pada saluran pernafasan yang lebih kecil. Penyebab terjadinya sumbatan bisa dikarenakan adanya tumor, gumpalan lendir, atau benda asing yang terhisap bronkus.
Saluran pernapasan yang tersumbat bisa menyebabkan udara dalam alveoli terserap ke dalam aliran darah hingga menyebabkan alveoli memadat dan menciut. Jaringan paru-paru yang mengkerut biasanya terisi dengan sel darah, lendir, serum, dan kemungkinan akan terjadi infeksi.
Faktor resiko terjadinya atelektasis:
  • Pembiusan (anestesia)/pembedahan
  • Tirah baring jangka panjang tanpa perubahan posisi
  • Pernafasan dangkal
  • Penyakit paru-paru.
Gejala
Atelektasis bisa terjadi secara perlahan dan mengakibatkan sesak napas ringan. Kemungkinan penderita sindroma lobus medialis tidak mengalami gejala sama sekali, meski banyak yang menderita batuk-batuk pendek.
Gejalanya bisa berupa:
  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Gangguan pernapasan
Bila disertai infeksi, dapat terjadi demam dan peningkatan denyut jantung, kadang-kadang sampai terjadi syok (tekanan darah sangat rendah).
Pengobatan
Tindakan pengobatan bertujuan untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru dan mengembangkan kembali jaringan paru yang terkena.
Tindakan yang biasa dilakukan:
  • Mengembangkan penyumbatan dengan bronkoskopi atau prosedur lainnya.
  • Berbaring dengan sisi paru yang sehat agar paru-paru yang terkena bisa mengembang kembali.
  • Latihan menarik nafas dalam (spirometri insentif)
  • Menepuk dada guna mengencerkan dahak
  • Postural drainase
  • Pemberian antibiotik untuk semua infeksi
  • Pengobatan tumor atau keadaan lainnya
  • Pada kasus tertentu, jika infeksinya bersifat menetap atau berulang, menyulitkan atau menyebabkan perdarahan, maka biasanya bagian paru-paru yang terkena mungkin perlu diangkat.
Setelah penyumbatan dihilangkan, secara bertahap biasanya paru-paru yang mengempis akan kembali mengembang, dengan atau tanpa pembentukan jaringan parut ataupun kerusakan lainnya.

Ingin Bayi laki atau Cewek

Diposting oleh Erwin Arianto di 00.31
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Ingin Anak Laki-laki Atau Perempuan?

Banyak menentukan metode untuk menentukan jenis kelamin anak dan salah satu yang tebaik adalah metode shettles. Penerapan metode ini memberikan peluang keberhasilan lebih dari 75%. Pada dasarnya, pria menghasilkan sperma dengan dua macam kromosom gen, yaitu XX (wanita) dan XY (pria). Hasil penelitian dr Shettles menunjukkan bahwa :
Kromosom XY (pria)
  • Ukuran sperma lebih kecil
  • Daya hidup lemah, tapi bergerak lebih cepat (agresif) dibandingkan dengan kromosom XX yang lebih besar
  • Kromosom XX (wanita)
  • Ukuran sperma lebih besar
  • Daya hidup kuat namun lebih lamban
Ada beberap hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan :
  1. Pada saat terjadinya ovulasi (masa subur) akan memberikan peluang lebih besar mendapatkan anak laki-lakianak laki-laki, karena sperma XY cenderung lebih cepat dan cenderung mencapai sel telur lebih dulu. Disarankan berhubungan di saat terjadi ovulasi, peluang untuk menginginkan anak laki-laki. Sedangkan peluang untuk menginginkan anak perempuan waktu berhubungan dilakukan 3 hari atau lebih sebelum ovulasi. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengetahui masa subur :
  • Tentukan panjang siklus menstruasi anda. Biasanya siklus menstruasi normal berkisar antara 21 hingga 40 hari. Dimana satu siklus menstruasi dimulai sejak hari pertama haid hingga tepat satu hari sebelum haid pada bulan berikutnya.
  • Sesuai dengan siklus menstruasi anda, hitung dan tentukan perkiraan hari pertama haid untuk bulan selanjutnya, kemudian dikurangi 14 hari. Karena ovulasi terjadi 14 hari sebelum haid pertama pada bulan berikutnya
  1. Ph di daerah kewanitaan berperan sangat penting. Lingkungan yang lebih asam cenderung menghasilkan anak perempuananak perempuan (keadaan asam akan membunuh sperma XY) dan keadaan basa akan menghasilkan anak laki-laki.
  2. Posisi dan kedalaman penetrasi saat berhubungan. Semakin dangkal atau dekat dengan vagina umumnya akan menghasillkan perempuan dan yang lebih dalam akan menghasilkan anak laki-laki.
  3. Jumlah sperma akan berpengaruh juga. Jumlah sperma yang lebih banyak akan meningkatkan peluang anak laki-lakianak laki-laki, ada dua hal yang dilakukan :
  • Untuk anak laki-laki, pria sebaiknya lebih sering menggunakan celana longgar. Hal ini dikarenakan untuk meningkatkan kesuburan dimana testis memerlukan suhu yang lebih rendah agar sperma dapat bertahan hidup dan karena sperma XY daya hidup lebih lemah, maka dengan cara ini akan lebih terbantu dari pada sperma XX tetapi tidak disarankan jika melakukan hal sebaliknya (pria memakai celana ketat).
  • Untuk anak perempuananak perempuan, pria sebaiknya mandi air hangat segera sebelum berhubungan intim. Dengan cara ini sperma XX akan lebih berpeluang

Edited from Wanita Indonesia

Cara Cukur Rambut Bayi

Diposting oleh Erwin Arianto di 00.29
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Ada yang bilang, rambut bayi itu harus dicukur. Nah, inilah cara mencukur sendiri rambut bayi. Sangat mudah dan dijamin aman!

Mencukur rambut bayi memang dianggap sebagai ritual yang "wajib" dilakukan oleh orangtua. Nah, sebelum kamu memutuskan untuk mencukur rambut bayi, perlu kamu ketahui bahwa akar rambut bayi sudah terbentuk sejak janin berusia 8 minggu. Pertumbuhan akar akan terus berkembang hingga bayi lahir. Rambut bayi yang pertama sering disebut dengan velus, helaian rambut bayi sangat lembut. Kalau ibu perhatikan, rambut halus bayi ini akan rontok dengan sendirinya sejak minggu pertama bayi lahir hingga berusia 12 minggu.
Manfaat Mencukur Rambut Bayi
Kenapa sih para ibu dianjurkan untuk mencukur rambut bayi? Ternyata dengan mencukur rambut bayi, banyak manfaat yang diperoleh oleh bayi. Mencukur rambut bayi, bisa membersihkan sisa-sisa lemak yang menempel akibat kotoran pada rahim ibu yang menempel di sekujur tubuh bayi. Keramas memang bisa membersihkan kotoran tetapi tidak cukup untuk mengangkat tumpukan lemak dan kotoran yang menempel pada rambut bayi.
Manfaat lainnya, bila rambut bayi plontos, maka ibu dengan mudah bisa mengamati bilamana ada masalah pada kulit kepala bayi. Selain itu bayi yang dicukur rambutnya akan lebih merasa nyaman karena rambut plontos nya akan membuat kulit kepala bayi terasa sejak, bayi pun tidak mengalami kegerahan di kulit kepala.
Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Kebanyakan dari orangtua, takut bila harus mencukur rambut bayinya. Padahal mencukur rambut bayi nggak sulit kok. Pertama kali yang harus kamu tanamkan adalah perasaan tenang dan tidak panik saat mencukur rambut bayi.
Kemudian, siapkan perlengkapan seperti gunting rambut, pisau cukur, air hangat secukupnya, handuk kecil dan desinfektan kulit. Saat mencukur, basahi rambut bayi dengan air hangat, karena proses menggunting akan lebih mudah saat rambut dalam kondisi basah. Nah, pertama kali gunting rambut bayi yang panjang, setelah itu cukur rambut bayi dengan pisau cukur. Ingat, gunakan pisau cukur yang baru dan steril ya. Pisau cukur akan memudahkan ibu untuk mencukur habis rambut bayi sampai plontos.
Perhatikan arah gerak posisi pisau cukur yaitu vertikal ke bawah dari penampang pisau cukur. Perhatikan pula posisi kemiringan pisau terhadap penampang lintang kulit. Saat mencukur rambut bisa menimbulkan luka/tergores seperti akibat terkena pencukur rambut (luka tipis), segeralah memberi obat antiseptik dengan menggunakan cotton bud.
Biasanya kesulitan saat mencukur bayi adalah ketakutan kalau bayi rewel dan menangis. Untuk mencegahnya, ibu bisa mencukur rambut bayi ketika bayi tidur lelap dan pastikan juga bayi dalam keadaan kenyang ya. Tips untuk ibu, dan jangan panik kalau si kecil tiba-tiba terbangun saat mencukur rambut. Ketika mencukur rambut bayi, kondisi ibu pun harus rileks lho mencukur rambut bisa menghabiskan waktu hingga dua jam! Ingat ya, Ibu, jangan ragu untuk meminta bantuan suami, atau mertua kalau kamu membutuhkannya.

Gangguan kehamilan

Diposting oleh Erwin Arianto di 00.29
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Gangguan kehamilan yang dianggap ringan dapat menjadi masalah bila tidak diperhatikan

Umumnya wanita hamil mengalami gangguan ringan selama kehamilan dan banyak mengeluh tentang apa yang dirasakannya dan bayinya. Menjaga kesehatan dan berolahraga ringan dapat mengurangi dan menghilangkan gangguan kehamilan tersebut. Bila gangguan kehamilan tak kunjung hilang kami sarankan agar anda segera menghubungi dokter kandungan. Dapat saja keluhan ibu hamil tersebut merupakan pertanda awal dari bahaya kehamilan yang tidak bisa disepelekan. Gangguan kehamilan yang dapat kami rangkum untuk anda adalah sebagai berikut :

Sakit dan nyeri

Gangguan kehamilan ini disebabkan karena hormon yang mengendurkan persendian dan jariangan ikat meregang karena bayi bertambah besar. Sakit di tulang iga biasanya disebabkan karena rahim membesar menekan tulang iga ke atas. Untuk mengatasi gangguan kehamilan ini anda bisa mencoba untuk meregangkan dan mengangkat kedua tangan diatas kepala

Sakit punggung

gangguan kehamilan yang satu ini muncul hampir di seluruh waktu kehamilan. Namun demikian rasa sakit akan semakin meningkat pada saat menjelang persalinan. Ini disebabkan meningkatnya hormon yang mengendurkan persendian panggul dan jaringan ikat untuk persiapan persalinan. Ini diperparah dengan semakin besarnya janin dan tertariknya punggung ke arah belakang. Periksakan ke dokter bila sakit ini tidak kunjung hilang karena bisa saja berhubungan dengan penyakit ginjal.

Untuk mengurangi gangguan kehamilan ini ibu hamil agar mengganjal punggung dengan bantal bil duduk. Usahakan berdiri tegak dan gunakan sepatu dengan hak pendek. Bila terpaksa mengambil benda yang terjatuh, jangan mengambilnya dengan membungkuk. Berjongkoklah untuk memungutnya.

Varises pada ibu hamil

pada kasus kehamilan, varises sering terkait dengan penambahan berat badan dan efek hormon. Meski gangguan ini bersifat sepele, varises membuat nyeri pada kaki. Kurangi berdiri terlalu lama dan angkatlah kaki bila duduk ganjalah kaki dengan bantal.

INGIN TAHU EFEK SAMPING PIL KB?

Diposting oleh Erwin Arianto di 00.29
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Ketika dikonsumsi dengan tepat, pil KB dapat mencegah kehamilan hingga lebih dari 99 persen. Artinya dari 1000 wanita yang mengonsumsi pil KB sebagai metode kontrasepsi, kurang dari sepuluh orang yang mengalami kegagalan berupa kehamilan. Namun di balik efektivitas pil KB tersebut, adakah risiko bagi penggunanya?
Pil KB mencegah kehamilan melalui kandungan hormon estrogen dan progestin, dengan menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Selain itu, pil juga akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim.
Sejalan dengan cara kerja pil KB tersebut, tidak jarang menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Mulai dari yang sangat ringan, hingga dampak yang cukup mengganggu. Berikut ini beberapa risiko efek samping yang dapat dipicu oleh penggunaan pil KB.
  • Mual
Reaksi ini kemungkinan akan hilang dalam dua bulan. Cobalah untuk mengonsumsi bersama dengan makanan sebelum beralih ke metode kontrasepsi lain.
  • Sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara
Efek ini biasanya akan terasa pada awal mengonsumsi pil KB. Jika efek tersebut tidak berkurang, pertimbangkan untuk berganti merek obat atau metode kontrasepsi dan konsultasikan dengan dokter.
  • Pendarahan secara tiba-tiba di luar masa haid
Pengguna pil KB bisa saja mengalami pendarahan yang terjadi tanpa diduga, di luar masa haid. Mengonsumsi pil KB dengan waktu yang sama tiap hari kemungkinan bisa membantu meringankan. Namun jika Anda merasa khawatir atau tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter.
  • Peningkatan berat badan
Walau tergolong efek samping yang jarang, beberapa wanita mengalami kenaikan berat badan tubuh. Hal ini umumnya terjadi karena penumpukan cairan. Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama dan berat badan bisa kembali normal setelah beberapa waktu menggunakan pil KB.
  • Gairah seks yang menurun
Jika mengalami hal ini, Anda bisa mencoba jenis pil KB yang berbeda. Sebagian wanita bisa terbantu jika menggunakan pil yang mengandung hormon androgen. Apabila hal tersebut tidak berhasil, ganti metode kontrasepsi Anda.
  • Perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak
Jika tidak ada hal lain yang menyebabkan hal itu dan pil KB dirasa sebagai penyebab utama, Anda dapat beralih ke metode kontrasepsi nonhormonal.
Ketika baru mulai mengonsumsi obat, efek samping yang terjadi bisa mengganggu. Tapi pada umumnya gejala efek samping akan berkurang seiring tubuh menyesuaikan diri dengan penggunaan obat. Namun jika Anda tidak tahan atau gejala tidak mereda, Anda dapat beralih ke merek atau metode kontrasepsi lain.

Kemungkinan Dampak Lebih Serius

Bagi sebagian besar wanita, pil KB aman untuk dikonsumsi dan hanya menimbulkan efek samping yang ringan. Meski demikian, perlu diketahui bahwa alat kontrasepsi ini memiliki risiko lain yang tergolong tinggi, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu.
Kandungan hormon estrogen dalam pil KB dapat menyebabkan darah lebih mudah menggumpal. Jika sampai terbentuk gumpalan darah beku, maka dapat menyebabkan trombosis vena pada kaki, gumpalan darah beku pada paru-paru atau memicu serangan jantung atau stroke.
Risiko ini memang tergolong sangat jarang dialami, namun konsultasikan kembali dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan.
Sementara itu, penelitian mengenai kaitan efek samping pil KB dengan kanker payudara masih terus dilakukan. Ada yang menyebutkan pengguna alat kontrasepsi hormonal,  termasuk pil, memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi untuk terdiagnosis kanker payudara.
Namun dengan berhenti mengonsumsi pil KB selama 10 tahun, risiko terkena kanker payudara akan kembali menurun seperti mereka yang tidak pernah mengonsumsi pil KB. Sementara untuk risiko kanker serviks dan sejenis kanker hati, belum terbukti sepenuhnya terkait dengan penggunaan pil KB.
Untuk itu, penting untuk mengetahui tentang adanya beberapa kondisi yang dapat terjadi akibat efek samping pil KB yang serius, antara lain:
  • Nyeri di bagian dada.
  • Sakit perut.
  • Gangguan pandangan, misalnya pandangan kabur atau samar.
  • Sakit kepala yang tidak tertahankan.
  • Bengkak atau nyeri pada kaki dan paha.
Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Gejala tersebut bisa merupakan indikasi penyakit berbahaya, seperti gangguan pada organ hati, empedu, hati, pembekuan darah, stroke, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.

Faktor-faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Metode kontrasepsi pil ini terbilang praktis karena dapat dibeli secara bebas. Namun, sebelum memutuskan menggunakannya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis atau dokter. Bagi wanita dengan dua atau lebih ciri-ciri berikut sebaiknya menghindari konsumsi pil KB:
  • Berusia lebih dari 35 tahun.
  • Berat badan berlebih atau obesitas dengan indeks massa tubuh atau body mass index 35 atau lebih.
  • Perokok atau baru saja berhenti merokok selama satu tahun.
  • Memiliki saudara dekat yang memiliki riwayat gumpalan darah beku pada usia kurang dari 45 tahun.
  • Tidak mampu bergerak untuk periode yang panjang, misalnya karena menggunakan kursi roda atau kaki yang harus menggunakan gips.
Jika Anda hanya mengalami satu dari faktor-faktor yang disebutkan di atas, Anda bisa mengonsumsi pil KB, tapi secara berhati-hati. Kenali efek samping yang telah disebutkan di atas dan konsultasikan dahulu pada dokter sebelum mulai mengonsumsi pil KB.
Anda juga sebaiknya menghindari pil KB jika:
  • Memiliki riwayat penggumpalan darah.
  • Menderita serangan migrain yang parah
  • Memiliki gangguan empedu atau hati.
  • Memiliki kelainan jantung atau sakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.
  • Mengidap diabetes dengan komplikasi atau terserang diabetes lebih dari 20 tahun.
  • Mengidap kanker payudara.
Konsultasikan  dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi paling sesuai berdasarkan riwayat kesehatan Anda dan pasangan, guna menekan efek samping dan risiko.
 

Info Ibu, Bayi & Keluarga Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea