Info Ibu, Bayi & Keluarga

Kumpulan Panduan Informasi Kesehatan Ibu Hamil, Bayi, Anak & Keluarga...

Bayi Anda Terlambat Lahir

Diposkan oleh Erwin Arianto

Kamar bayi sudah siap, tas sudah dikemas, dan hari kelahiran telah ditandai dengan warna merah. Semua sistem sudah sesuai demi menyambut kelahiran bayi. Jadi, apa yang harus Anda lakukan jika hari itu berlalu tanpa ada tanda-tanda akan melahirkan?
Kabar baiknya: hanya karena hari super penting itu telah berlalu, bukan berarti bayi Anda terlambat.

“Kelahiran dianggap tepat waktu meskipun bayi Anda lahir dua minggu sebelum atau sesudah tanggal yang telah diperkirakan,” kata Tracy Gaudet, MD, penulis Body, Soul, and Baby. Kenyataannya, hanya 5 persen perempuan yang melahirkan bayi tepat pada tanggal yang diperkirakan.

Sekalipun kita menganggap kehamilan berlangsung 9 bulan, sebenarnya adalah 42 minggu, atau sepuluh setengah bulan, dan bayi dianggap lahir tepat waktu antara 37 dan 41 minggu. Secara teknis, bayi tidak dianggap terlambat sampai setelah minggu ke-42.

Sementara para dokter mengetahui alasan kelahiran dini, namu masih merupakan misteri mengapa sebagian bayi yang lahir terlambat. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan kelahiran tertunda. Sebagai contoh, kelahiran yang lewat dari tanggal yang ditentukan, tampak umum terjadi pada kelahiran pertama dan pada perempuan yang pernah hamil lebih dari 42 minggu. Apabila ada riwayat bayi lahir terlambat dalam keluarga, itu berarti Anda juga harus menunggu lebih lama. Sekalipun dalam banyak kasus, hal itu terjadi hanya karena salah mengalkulasi tanggal dan bayi Anda sebenarnya tidak terlambat sama sekali.

Tanggal yang sangat penting
Para dokter umumnya menentukan tanggal kelahiran dengan menghitung 40 minggu setelah tanggal pertama menstruasi terakhir. Satu masalah kecil yang timbul dari cara ini adalah banyak perempuan tidak sadar dirinya hamil hingga satu bulan berlalu, bahkan lebih. Pada saat itu, sulit untuk menentukan tanggal siklus menstruasi terakhir. Jadi, mereka hanya menebak. Selain itu, tidak semua perempuan memiliki siklus menstruasi yang rutin. Sehingga mengalkulasi tanggal tidaklah mudah.
Cara lain menentukan tanggal kelahiran adalah melalui USG. Dengan ini, rahim dan janin diukur. “Semakin cepat Anda di-USG, prediksi tanggal kelahiran akan semakin akurat,” kata James Grifo, MD, PhD, profesor bidang kandungan dan kebidanan di New York University Medical Center. Dokter Anda memiliki kesempatan untuk memprediksi tanggal kelahiran dengan tepat apabila usia kandungan ditentukan dari tanggal menstruasi terakhir disesuaikan dengan usia kandungan yang ditentukan lewat USG.

Apabila Anda terlambat
Begitu mencapai minggu ke-38, dokter kandungan akan memonitor kehamilan setiap minggu untuk memastikan bayi Anda tetap sehat. Satu hal yang akan terus dipantau adalah plasenta yang hanya bisa memberi asupan gizi kepada bayi selama kurun waktu tertentu sebelum menjadi kurang efisien dalam mengirimkan oksigen dan nutrisi. “Kesehatan bayi Anda bergantung pada kesehatan plasenta. Jadi, penting bagi Anda untuk memeriksakan diri selama plasenta masih bekerja dengan baik,” kata Dr. Grifo.
Dokter Anda juga akan memonitor ukuran bayi. Apabila Anda berencana melahirkan secara normal, semakin besar bayi Anda, maka semakin besar kemungkinan terjadi masalah seperti shoulder dystocia, yakni adanya kesulitan dalam kelahiran karena pundak bayi tertahan di balik tulang panggul ibu. Kemungkinan lebih besar melahirkan dengan cara cesar bila bayi Anda berukuran lebih besar. “Rahasia menghindari masalah-masalah seperti ini adalah kunjungan ke dokter kandungan sesering mungkin serta komunikasi yang bersifat terbuka,” kata Dr. Gaudet. “Apabila Anda memiliki pertanyaan, hubungi dokter Anda.”

Jika kelahiran tidak mulai secara alamiah saat memasuki minggu ke-42, dan tampaknya ada risiko bagi kesehatan bayi Anda apabila menunggu lebih lama, dokter kandungan mungkin akan menyarankan induksi (induce). Cara paling umum adalah dengan memberikan Pitocin lewat selang infus. Pitocin adalah bentuk sintetis dari oksitosin, hormon yang memicu kelahiran. Kontraksi biasanya mulai dalam 2 jam setelah Anda menerima obat tersebut. Tapi ada kalanya lebih lama, khususnya pada kelahiran bayi pertama. Hal lain yang mungkin akan dilakukan dokter untuk memulai proses ini adalah memecahkan air ketuban secara manual atau memberikan obat langsung ke leher rahim untuk melembutkannya dan membantunya terbuka.

Apa Yang Terjadi Jika Perkiraan Meleset?

Jika Anda melakukan kunjungan kehamilan pada saat kandungan berusia 41 minggu, dokter akan memastikan apakah waktu lahir Anda sudah lewat dari yang pernah diprediksikan, dilihat dari hari terakhir menstruasi Anda dan tes USG yang pernah Anda jalani. Perut Anda akan diperiksa untuk mengetahui posisi dan besar janin. dokter akan menjadwalkan induksi pada minggu ke-42. Ini adalah waktu yang paling telat, karena setelah minggu ke-42, fungsi dan kerja plasenta bagi janin akan terus berkurang, sehingga akan berbahaya jika janin tidak segera dikeluarkan.

Lalu, atas izin Anda, dokter juga akan melakukan pemeriksaan internal untuk melihat apakah rahim Anda sudah siap untuk melahirkan. Dokter mungkin akan menawarkan pada Anda untuk melakukan pembersihan selaput yang menyelubungi janin di dalam rahim (membrane sweeping), untuk menstimulasi rahim Anda. Setelah itu, dokter akan memberitahu apakah sebaiknya Anda menunggu saja sampai si bayi lahir, atau menjalani induksi. Dokter akan menetapkan tanggal jika akhirnya Anda akan diinduksi.

Janin yang terlalu besar biasanya tidak memungkinkan Anda untuk melahirkan secara normal, jika waktu lahirnya sudah lewat. Pada usia kandungan tua, bayi dalam rahim Anda juga akan berhenti berkembang, sehingga perlu dilakukan induksi. Saat ketuban pecah, Anda juga akan lebih berisiko mengalami infeksi. Jadi, jika kontraksi belum juga terjadi dalam waktu 24 jam setelah pecahnya ketuban, kemungkinan besar Anda akan diinduksi.

Lalu, Bagaimana Persalinan Saya?

Agar ada pergerakan dalam kandungan yang mendorong terjadinya persalinan, dokter akan memasukkan jarinya ke dalam rahim Anda, lalu dengan gerakan memutar, membersihkan selaput yang menyelubungi janin di dalam rahim. Jika cara ini tidak berhasil dan Anda sudah mendekati waktu induksi, dokter akan memasukkan alat berisi hormon prostaglandin ke dalam vagina untuk melenturkan rahim dan menstimulasi terjadinya kontraksi. Jika ini gagal juga, ketuban Anda akan pecah dan Anda akan disuntik hormon oksitosin, yang fungsinya juga merangsang kontraksi.

Melalui cara-cara ini, Anda akan mengalami rasa sakit yang muncul dengan intens. Anda boleh meminta epidural, namun sebaiknya mintalah sebelum dokter memutuskan untuk menyuntikkan hormon oksitosin pada Anda.

Agar Cepat dan Lancar Bersalin

* Seks membuat rahim Anda berkontraksi. Namun jangan melakukannya jika ketuban Anda sudah pecah, karena akan menyebabkan infeksi.
* Akupunktur memudahkan proses persalinan dan meningkatkan stamina Anda saat persalinan.
* Makanan yang hangat dapat melenturkan otot-otot rahim dan mendorong terjadinya kontraksi.
* Teh dari daun raspberry dapat menguatkan rahim Anda. Baik diminum setiap hari saat usia kandungan memasuki 32 minggu. Namun jangan meminumnya jika usia kandungan Anda belum mencapai 32 minggu, karena dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Tanda-tanda Anda Akan Segera Melahirkan

* Keluarnya mucus (cairan seperti jelly yang menyelubungi rahim).
* Muntah atau mengalami diare ringan.
* Pecah ketuban.
* Sakit pada punggung atau nyeri seperti saat menstruasi.
* Terjadi kontraksi. Segera hubungi dokter atau bidan jika kontraksi terjadi setiap lima menit dan tiap kontraksi berlangsung lebih dari 30 detik

berdoalah Kepada sang kuasa jika Anda mengalami Telat Melahirkan, karena semau bisa terjadi atas dasar kehendak-NYA

1 komentar:

dudemjk mengatakan...

terimakasih, artikel anda sangat bermanfaat bagi saya.